KM Dorolonda menggantikan KM Kelud melayani transportasi laut Batam-Jakarta. (Foto: net)
BATAM (marwahkepri.com) – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memastikan operasional kapal penumpang tetap berjalan di tengah gangguan penerbangan rute Batam-Jakarta akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Pelni Batam mengoperasikan KM Dorolonda sebagai pengganti KM Kelud yang masih menjalani proses docking.
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memastikan layanan transportasi laut dari Batam menuju Jakarta tetap berjalan di tengah gangguan penerbangan yang terdampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kepala Cabang Pelni Batam Duta Kusuma Putra mengatakan, operasional kapal tetap dijaga untuk memastikan konektivitas masyarakat, khususnya penumpang yang membutuhkan alternatif perjalanan menuju Jakarta.
“Pelni berupaya memastikan konektivitas masyarakat tetap tersedia melalui transportasi laut. Kami mengajak masyarakat yang membutuhkan perjalanan dari Batam menuju Jakarta untuk menggunakan transportasi laut kami,” kata Duta, Selasa (8/9/2026).
Duta mengatakan operasional kapal Pelni masih berjalan seperti biasa. Untuk sementara, rute Batam-Jakarta yang biasanya dilayani KM Kelud menggunakan KM Dorolonda.
“Untuk angkutan kami saat ini adalah KM Dorolonda. Biasanya KM Kelud yang melayani masyarakat untuk transportasi laut, saat ini sedang docking, sehingga sementara diganti dengan KM Dorolonda,” ujarnya.
Meski gangguan penerbangan terjadi, jumlah penumpang Pelni di Batam hingga saat ini masih berada dalam kondisi normal. Duta menyebut terdapat sedikit peningkatan, namun belum signifikan.
“Sampai saat ini penumpang masih normal. Ada peningkatan sedikit, tetapi belum signifikan,” katanya.
Menurut Duta, jumlah penumpang berpotensi meningkat apabila gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terus memengaruhi perjalanan udara.
Masyarakat yang sebelumnya menggunakan pesawat menuju Jakarta diperkirakan dapat beralih menggunakan transportasi laut apabila penerbangan kembali mengalami kendala.
“Mungkin ke depannya ada penambahan, misalnya karena Bandara Soekarno-Hatta tutup dan orang mau ke Jakarta, itu mungkin banyak menggunakan kapal laut. Tapi sampai hari ini masih normal,” ujarnya.
Pelni Batam mengimbau masyarakat yang membutuhkan perjalanan Batam-Jakarta untuk mempertimbangkan transportasi laut sebagai salah satu alternatif di tengah kondisi operasional penerbangan yang dapat berubah mengikuti perkembangan aktivitas erupsi. (mun)
Redaktur: Munawir Sani
