Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahia, Gaza Utara, yang menjadi sasaran serangan Israel. (ANTARA/Anadolu/py.)
Aksi ini langsung memicu kemarahan publik dan pemerintah Indonesia. Pasalnya, rumah sakit tersebut merupakan simbol bantuan kemanusiaan dari rakyat Indonesia untuk warga Gaza—bukan arena propaganda militer.
Dilaporkan oleh Middle East Eye, spanduk itu memuat kalimat bernuansa simbolik: “Lihatlah, suatu bangsa bangkit seperti singa.” Visual tersebut beredar luas di kanal Telegram Israel sejak awal pekan ini.
Kementerian Luar Negeri RI langsung bereaksi keras. Dalam pernyataannya, pemerintah menilai tindakan tersebut sebagai provokasi yang tidak bisa ditoleransi.
“Penggunaan simbol militer di atas reruntuhan rumah sakit merupakan tindakan yang sangat provokatif dan tidak dapat dibenarkan,” tegas Kemlu RI.
Lebih jauh, Indonesia menilai aksi tersebut sebagai bentuk penghinaan terhadap nilai kemanusiaan. Rumah sakit, sebagai fasilitas sipil, seharusnya dilindungi dalam situasi konflik, bukan justru dijadikan alat pesan intimidatif.
Pemerintah Indonesia juga mengingatkan bahwa perlindungan fasilitas medis telah diatur dalam hukum humaniter internasional. Oleh karena itu, semua pihak diminta menghormati dan tidak menyalahgunakannya.
Tak hanya mengecam, Indonesia juga mendesak Israel untuk segera menghentikan segala bentuk pelanggaran terhadap infrastruktur sipil serta mempertanggungjawabkan tindakannya.
Insiden ini menambah panjang daftar kontroversi di tengah konflik yang terus berlangsung di wilayah tersebut, sekaligus mempertegas posisi Indonesia dalam membela prinsip kemanusiaan di panggung global. MK-dtc
Redaktur : Munawir Sani
