Foto: Sejumlah pekerja beraktivitas pada pabrik tekstil di PT Mitra Saruta Indonesia (MSI), Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (16/4/2026). (CNBC Indonesia/Arrijal Rachman)
JAKARTA (marwahkepri.com) – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi sepanjang kuartal I-2026 mencapai Rp498,8 triliun. Angka ini menunjukkan kenaikan 7,2% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Tak hanya dari sisi nilai, dampaknya ke lapangan kerja juga signifikan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menyebut penyerapan tenaga kerja mencapai 706.569 orang, naik 18,9% dibandingkan tahun lalu.
Lonjakan ini menunjukkan bahwa investasi yang masuk tidak hanya besar secara angka, tetapi juga langsung berdampak ke masyarakat.
Jika dilihat dari sektor, investasi terbesar mengalir ke industri logam dasar dan barang logam dengan nilai Rp69,4 triliun. Disusul sektor jasa lainnya Rp64,2 triliun dan pertambangan Rp51,9 triliun.
Sektor properti seperti perumahan dan kawasan industri juga menyerap Rp48 triliun, sementara transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi mencapai Rp45,4 triliun.
Dari sisi wilayah, Jakarta masih menjadi magnet utama investasi dengan nilai Rp78,7 triliun. Posisi berikutnya ditempati Jawa Barat Rp76,8 triliun, disusul Banten Rp34,4 triliun.
Kemudian Jawa Timur mencatat Rp32,6 triliun dan Sulawesi Tengah Rp32,1 triliun.
Capaian ini memperlihatkan bahwa investasi masih terkonsentrasi di wilayah industri utama, namun mulai merambah ke daerah lain.
Dengan tren ini, pemerintah optimistis investasi akan terus menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi sekaligus penciptaan lapangan kerja di Indonesia. MK-mun
Redaktur : Munawir Sani
