Ilustrasi chip AI buatan China.(bestartup)
JAKARTA (marwahkepri.com) – Perusahaan teknologi asal China, Huawei Technologies, membuat pernyataan mengejutkan terkait kebijakan pembatasan ekspor chip oleh Amerika Serikat (AS). Alih-alih mengeluh, Huawei justru menyebut sanksi tersebut sebagai faktor yang mempercepat perkembangan industri semikonduktor China.
Pernyataan itu disampaikan oleh Chairman Huawei, Liang Hua, dalam sebuah forum industri. Ia menilai kebijakan pembatasan dari AS telah mendorong perusahaan-perusahaan teknologi di China untuk memperbesar investasi riset dan pengembangan (R&D), serta memperkuat rantai pasok teknologi dalam negeri.
“Pembatasan ekspor dari AS memaksa industri China berinvestasi lebih besar dalam inovasi dan pengembangan teknologi inti,” ujar Liang, dikutip dari Tom’s Hardware.
Kebijakan pembatasan ini sendiri telah diberlakukan sejak 2019 oleh pemerintah AS terhadap berbagai perusahaan teknologi China, termasuk Huawei. Akses terhadap chip canggih, perangkat lunak desain semikonduktor, hingga peralatan produksi dari Barat dibatasi secara ketat.
Akibatnya, Huawei sempat kehilangan akses terhadap komponen penting untuk bisnis smartphone globalnya, termasuk layanan Google di perangkat Android.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, China justru mempercepat upaya kemandirian teknologi. Investasi besar-besaran dilakukan untuk mengembangkan chip lokal, sistem operasi, hingga perangkat keras buatan dalam negeri.
Huawei menjadi salah satu contoh utama dari strategi tersebut. Perusahaan kini kembali merilis smartphone premium dengan chip buatan lokal serta mengembangkan sistem operasi HarmonyOS sebagai alternatif Android.
Di tengah persaingan teknologi antara AS dan China, khususnya di sektor semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI), Huawei menilai tekanan eksternal justru menjadi katalis pertumbuhan industri domestik.
Meski demikian, Huawei mengakui industri chip China masih menghadapi tantangan besar. Namun mereka optimistis kemampuan teknologi dalam negeri terus meningkat dan semakin kompetitif di pasar global. MK-komp
Redaktur : Munawir Sani
