Operasi SAR pencarian nakhoda TB Trans Permata 5 di perairan Senayang

Tim SAR gabungan melakukan penyisiran di perairan Senayang dalam pencarian nakhoda TB Trans Permata 5 yang dilaporkan hilang, Rabu (11/2/2026). (Foto: Kansar Tanjungpinang)

LINGGA (marwahkepri.com) –Operasi SAR pencarian nakhoda TB Trans Permata 5 yang hilang di perairan Senayang, Kabupaten Lingga, memasuki hari kedua dengan memperluas area penyisiran hingga 25 nautical mile pada Rabu (11/2/2026).

Tim SAR gabungan kembali melanjutkan upaya penyisiran sejak pukul 07.30 WIB sesuai dengan rencana operasi yang telah ditetapkan.

Dalam pelaksanaan operasi hari kedua, tim di lapangan dibagi menjadi dua regu pencarian atau Search and Rescue Unit (SRU) untuk mencakup area penyisiran seluas kurang lebih 25 nautical mile.

Regu pertama (SRU 1) bergerak melakukan penyisiran menggunakan RIB 05 milik Unit Siaga SAR Lingga dan kapal TB Trans Permata 5. Sementara itu, SRU 2 memperkuat pencarian dengan menggunakan kapal patroli Pos Angkatan Laut Senayang dan dibantu oleh unsur KRI Karotang.

Selain melakukan penyisiran fisik di perairan, upaya koordinasi komunikasi juga terus dioptimalkan. Pihak VTS Batam dan SROP Dabo Singkep melakukan siaran informasi keselamatan pelayaran kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian agar dapat memberikan bantuan pertolongan atau melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Informasi pemapelan juga telah disebarluaskan kepada seluruh potensi SAR di wilayah terkait.

Baca Juga:  Empat Nelayan Asal Bintan Dibebaskan Otoritas Malaysia, KJRI Johor Bahru Siapkan Pemulangan

Operasi SAR gabungan ini melibatkan sinergitas berbagai unsur, antara lain Kantor Basarnas Tanjungpinang, Unit Siaga SAR Lingga, PLP Tanjung Uban, Pos TNI AL Senayang, Polairud Lingga, BPBD Lingga, serta agen kapal.

Hingga pukul 17.30 WIB, upaya pencarian hari kedua ini belum membuahkan hasil dan korban masih belum ditemukan. Operasi SAR dihentikan sementara untuk dilakukan evaluasi menyeluruh serta penyusunan rencana operasi lanjutan. MK-willy

Redaktur: Munawir Sani