Kondisi plafon gedung serbaguna Masjid Agung Natuna yang terlihat jebol dan rangka besi terbuka. (f: nang)
NATUNA (marwahkepri.com) – Pemerintah Kabupaten Natuna terkesan tutup mata dengan kondisi bangunan gedung serbaguna di Komplek Masjid Agung Natuna yang mengalami kerusakan parah.
Tidak hanya mengalami rusak berat, bangunan dengan daya tampung kurang lebih 1000 orang tersebut, terbengkalai alias tidak diurus sejak beberapa tahun belakangan ini.
Gedung serbaguna yang dibangun satu paket dengan Masjid Agung tersebut, telah menjadi bagian penting dan bersejarah bagi kabupaten Natuna.
Bahkan, Bupati dan Wakil Bupati Natuna periode 2011-2016 (Ilyas Sabli dan Imalko) dilantik oleh Gubernur Kepulauan Riau, Muhammad Sani, di gedung tersebut.
Hasil pantauan marwahkepri.com, Rabu, 11 Februari 2026, kondisi bangunan gedung itu semakin parah. Bangunan yang semestinya menjadi pusat kegiatan masyarakat itu mengalami sejumlah kerusakan pada beberapa bagian.
Plafon di sejumlah titik terlihat jebol dan rangka besi penyangga menggantung terbuka. Instalasi kabel serta saluran pendingin ruangan tampak tidak tertata, sebagian bahkan menjuntai ke bawah.
Beberapa panel plafon hilang, menyisakan rangka terbuka yang memperlihatkan bagian dalam atap.
Lantai gedung dipenuhi debu, lumut, dan genangan air di beberapa sudut.
Sampah berserakan, sementara bercak kehitaman terlihat menyebar di permukaan keramik. Kondisi ini menimbulkan kesan bangunan tidak lagi difungsikan dalam waktu cukup lama.

Sejumlah pintu kaca mengalami kerusakan. Ada yang pecah hingga menyisakan lubang besar, dan ada pula yang tampak retak.
Dinding bagian dalam terlihat kusam dengan noda lembap di beberapa titik. Pada bagian langit-langit tertentu juga tampak bekas rembesan air.
Di beberapa titik luar bangunan, rumput liar mulai tumbuh di sela-sela lantai. Hal ini memperkuat kesan bahwa gedung serbaguna tersebut sudah lama tidak dimanfaatkan secara optimal.
Sebagai bagian dari kompleks Masjid Agung Natuna, gedung serbaguna ini sebelumnya dirancang untuk menunjang berbagai kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Sudirman, mengatakan, Pemda Natuna sudah beberapa kali berencana melakukan renovasi terhadap gedung serbaguna maupun masjid Agung.
Namun selalu gagal dilaksanakan karena ketersediaan anggaran di Pemda Natuna yang sangat minim.
”Kita tidak tutup mata terkait keberadaan gedung tersebut. Sudah kita wacanakan, namun semua belum terwujud karena ketersediaan anggaran terbatas,” ujarnya dikonfirmasi via what’sapp.
Kendati demikian, Sudirman mengaku bahwa pihaknya tidak mengetahui pasti anggaran yang dibutukan untuk merenovasi gedung tersebut.
”Untuk anggarannya kami kesra tak tahu. nampaknya di PU untuk kegiatan ini. Kalaupun ada tahun ini anggarannya di PU,” katanya.
Dengan kondisi yang ada saat ini, bangunan tersebut memerlukan perhatian dan penanganan serius agar dapat kembali difungsikan sebagaimana mestinya. MK-nang
Redaktur : Munawir Sani
