LINGGA – Dua pelajar asal Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, mendapat kesempatan langka untuk mengharumkan nama daerah dan Indonesia di kancah sepak bola pelajar ASEAN.
Muhamad Dzaki Sukifli, siswa SMA Negeri 1 Lingga, dan Muhamad Rafdi Yasmadi, siswa kelas III SMP Islam Integral Lukman Al Hakim Daik, terpilih memperkuat Tim Pelajar Indonesia U-16 pada turnamen ASEAN TSSX/IEDT 2026 di Johor Bahru, Malaysia.
Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung pada 25–28 September 2026. Sebelum bertolak ke Malaysia, keduanya akan menuju Jakarta pada 24 September 2026 untuk bergabung dengan tim Indonesia.
Terpilihnya Dzaki dan Rafdi menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Lingga. Keduanya merupakan pemain Daik Junior di bawah asuhan pelatih Jajun.
Dari lapangan sepak bola di Daik, dua pemain muda tersebut kini mendapat kesempatan mengenakan seragam Merah Putih dan berhadapan dengan talenta-talenta muda dari negara-negara ASEAN.
Namun, di balik kebanggaan tersebut, terselip perjuangan keluarga yang tidak ringan.
Untuk memastikan kedua pemain bisa memenuhi kesempatan tersebut, kebutuhan keberangkatan hingga saat ini masih diupayakan secara mandiri oleh keluarga.
Pihak keluarga, Suhardi/Zul, menyampaikan bahwa biaya perjalanan, transportasi dan berbagai kebutuhan keberangkatan dipersiapkan dengan kemampuan sendiri.
Bahkan, orang tua salah satu pemain turut mengantar keduanya menuju Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke Johor Bahru, Malaysia.
Keluarga menyebut hingga kini belum mendapatkan dukungan pembiayaan keberangkatan dari instansi pemerintah terkait, khususnya untuk ongkos perjalanan maupun kebutuhan transportasi lainnya.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah keluarga.
Bagi mereka, kesempatan yang diperoleh Dzaki dan Rafdi merupakan peluang berharga yang tidak datang setiap saat. Apalagi, keduanya tidak hanya membawa nama keluarga, tetapi juga membawa nama Kabupaten Lingga dan Indonesia.
Perjalanan menuju panggung ASEAN itu pun menjadi bukti bahwa keterbatasan fasilitas dan jarak geografis bukan berarti talenta dari daerah tidak mampu bersaing.
Dzaki dan Rafdi telah membuktikannya dengan menembus skuad Tim Pelajar Indonesia U-16.
Keluarga berharap kesempatan tersebut mendapat perhatian dari berbagai pihak di daerah. Dukungan bukan semata-mata untuk dua pemain tersebut, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pembinaan atlet muda di Kabupaten Lingga.
Sebab, ketika seorang anak daerah berhasil membawa nama Indonesia ke tingkat internasional, yang dibawa bukan hanya kemampuan individu, tetapi juga harapan bahwa akan lahir lebih banyak talenta muda Lingga yang mampu mengikuti jejak mereka.
Kini, Dzaki dan Rafdi bersiap meninggalkan Lingga menuju Jakarta, kemudian melanjutkan perjalanan ke Johor Bahru.
Mereka membawa harapan keluarga, klub, pelatih dan masyarakat Lingga untuk tampil maksimal bersama Tim Pelajar Indonesia U-16.
Dari Daik menuju Johor Bahru. Dari lapangan kecil di Lingga menuju panggung ASEAN. Dua talenta muda itu kini membawa satu nama yang lebih besar: Indonesia. (mk/willy)
