Community Investment Manager Harbour Energy, Andri Kristianto dalam sosialisasi Survei Geophysical & Geotechnical Blok Tuna Laut Natuna di Adiwana Jelita Sejuba Hotels, Kamis (7/5/2026). (Foto: nang)
NATUNA (marwahkepri.com) – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Natuna, Daeng Ganda, menyoroti minimnya keterlibatan tenaga kerja lokal dalam industri migas di Natuna. Hal itu disampaikan dalam kegiatan sosialisasi Harbour Energy terkait pengembangan Blok Tuna di Natuna, Kamis (7/5/2026).
“Banyak anak Natuna lulusan perminyakan, tetapi sampai hari ini belum mendapatkan kesempatan bekerja di perusahaan migas,” ujarnya.
Ia menilai selama ini masyarakat Natuna belum merasakan keterlibatan langsung dalam industri migas meski daerah tersebut dikenal sebagai salah satu penghasil minyak dan gas terbesar di Indonesia.
“Anak daerah selama ini hanya jadi penonton,” kata Daeng Ganda.
Natuna diketahui menjadi wilayah strategis migas nasional dengan sejumlah perusahaan energi yang telah lama beroperasi di wilayah perairannya. Salah satunya Premier Oil yang kini menjadi bagian dari Harbour Energy dan mengelola pengembangan Blok Tuna.
Menanggapi hal tersebut, Community Investment Manager Harbour Energy, Andri Kristianto, menyatakan pihak perusahaan membuka peluang bagi putra daerah yang memiliki kemampuan di bidang perminyakan.
“Insya Allah jika ini berhasil, akan kita rekrut anak-anak kita,” ujarnya.
Selain isu tenaga kerja lokal, Ketua TP2D Natuna, Hadi Candra, juga meminta agar basecamp operasional migas dibangun di Natuna, bukan di daerah lain.
Menurutnya, keberadaan basecamp di Natuna akan memberikan dampak ekonomi lebih besar bagi masyarakat setempat serta membuka peluang kerja bagi tenaga lokal.
“Jika Basecamp di bangun di Natuna tentu anak daerah akan mudah mendapatkan pekerjaan,” ujarnya.
Pengembangan Blok Tuna sendiri diharapkan menjadi salah satu proyek strategis migas yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat lokal dalam industri energi nasional. MK-nang
Redaktur: Munawir Sani
