JAKARTA (marwahkepri.com) – Flu umumnya dikenal sebagai penyakit ringan yang dapat sembuh dalam beberapa hari. Namun dalam kasus yang jarang terjadi, influenza dapat memicu komplikasi serius hingga mengancam nyawa, seperti yang dialami seorang remaja asal Texas, Amerika Serikat.
Kaydin Baldwin, warga Kerrville, Texas, awalnya hanya mengalami flu saat berusia 13 tahun pada tahun lalu. Kondisinya kemudian memburuk setelah terserang pneumonia akibat infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae yang berkembang menjadi sepsis, yakni respons tubuh terhadap infeksi yang dapat menyebabkan kerusakan organ dan mengancam jiwa.
Komplikasi tersebut berkembang menjadi pneumonia nekrotik, salah satu bentuk pneumonia bakteri langka yang menyebabkan kerusakan jaringan paru-paru. Penyakit ini umumnya menyerang pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang melemah dan dapat berkembang sangat cepat setelah gejala awal yang menyerupai flu.
Akibat kondisinya yang terus memburuk, Kaydin harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama lebih dari 100 hari.
“Ia mengalami gagal organ multipel, dirawat selama 117 hari di rumah sakit, bahkan sempat mengalami henti jantung selama dua menit,” ujar sang ibu, Amanda Baldwin.
Pada Maret 2026, tim dokter memutuskan mengamputasi lengan kanan serta kedua kaki Kaydin sebagai langkah terakhir untuk menyelamatkan nyawanya.
Meski kehilangan tiga anggota tubuh, Kaydin menunjukkan semangat luar biasa dalam menjalani pemulihan. Kini, remaja yang baru merayakan ulang tahunnya yang ke-14 itu telah menggunakan kaki palsu dan terus menjalani rehabilitasi.
Amanda mengaku keteguhan hati putrinya menjadi sumber kekuatan bagi seluruh keluarga.
“Saya mendapatkan kekuatan darinya setiap hari untuk tetap berada di sisinya dan tidak menangis di hadapannya,” ungkap Amanda.
Saat ini, keluarga Baldwin juga menggalang dana untuk membeli mobil van yang dapat mengangkut kursi roda guna mendukung mobilitas Kaydin selama menjalani proses pemulihan.
Dukungan dari masyarakat terus mengalir dalam bentuk donasi, hadiah, hingga pesan-pesan penyemangat.
“Sungguh luar biasa melihat betapa banyak orang yang mencintai Kaydin dan keluarga kami,” kata Amanda.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa meskipun jarang, influenza dapat berkembang menjadi komplikasi serius. Tenaga kesehatan mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala flu yang memburuk, terutama jika disertai demam tinggi berkepanjangan, sesak napas, nyeri dada, atau penurunan kesadaran, sehingga penanganan medis dapat dilakukan sedini mungkin. MK-mun