ilustrasi-berdoa-2

Ilustrasi sedang berdoa. (Foto: Artadya Gumelar/Pixabay

JAKARTA (marwahkepri.com) – Islam mengajarkan umatnya untuk segera melunasi utang tepat waktu dan tidak menunda pembayaran tanpa alasan yang dibenarkan. Menunaikan utang merupakan amanah yang wajib dipenuhi, sementara pihak yang memberikan pinjaman memiliki hak untuk menagih ketika telah memasuki masa jatuh tempo.

Hal tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 283 yang menegaskan agar setiap orang yang diberi kepercayaan menunaikan amanahnya serta bertakwa kepada Allah SWT.

Selain berikhtiar melunasi kewajiban, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa agar diberi kemudahan rezeki, dijauhkan dari lilitan utang, serta dimampukan memenuhi tanggung jawabnya.

Berikut lima doa yang dapat diamalkan setiap hari:

1. Doa Memohon Perlindungan dari Lilitan Utang

Latin:
Allâhumma innî a’ûdzu bika minal hammi wal hazan. Wa a’ûdzu bika minal ‘ajzi wal kasal. Wa a’ûdzu bika minal jubni wal bukhl. Wa a’ûdzu bika min ghalabatid daini wa qahrir rijâl.

Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada-Mu dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada-Mu dari pengecut dan kikir. Aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan kesewenang-wenangan manusia.”

2. Doa Memohon Kecukupan Rezeki

Latin:
Allahumak-finii bi halaalika ‘an haraamik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak.

Artinya:
“Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki yang halal sehingga terhindar dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu sehingga tidak bergantung kepada selain-Mu.”

3. Doa Berlindung dari Utang dan Berbagai Fitnah

Latin:
Allahumma inni a’uudzubika minal kasali wal harami wal ma’tsami wal maghrami wa min fitnatil qabri wa ‘adzaabil qabri wa min fitnatin naari wa ‘adzaabin naari wa min syarri fitnatil ghinaa wa a’uudzubika minal fitnatil faqri wa a’uudzubika min fitnatil masiihid dajjal. Allahummaghsil ‘annii khathaayaaya bimaa’is salji wal baradi wa naqqi qalbii minal khathaayaa kamaa naqqaitats tsaubal abyadha minad danas wa baa’id bainii wa baina khathaayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib.

Artinya:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa malas, kepikunan, dosa, dan terlilit utang. Aku juga berlindung kepada-Mu dari fitnah kubur dan siksa kubur, fitnah neraka dan siksa neraka, fitnah kekayaan, fitnah kemiskinan, serta fitnah Al Masih Ad-Dajjal. Bersihkanlah dosa-dosaku dan sucikanlah hatiku sebagaimana Engkau menyucikan pakaian putih dari kotoran.”

4. Doa Memohon Rezeki kepada Allah SWT

Latin:
Allaahumma rabbanaa anzil ‘alainaa maa’idatam minas samaa’i takuunu lanaa ‘iidal li awwalinaa wa aakhirinaa wa aayatam minka warzuqnaa wa anta khairur raaziqiin.

Artinya:
“Ya Tuhan kami, turunkanlah kepada kami rezeki dari langit sebagai nikmat dari-Mu. Berilah kami rezeki karena Engkau adalah sebaik-baik pemberi rezeki.”

5. Doa Memohon Kekuatan dan Kecukupan

Latin:
Allaahumma inni dha’iifun fa qawwinii wa inni dzaliilun fa a’izzanii wa inni faqiirun fa aghninii yaa arhamar raahimiin.

Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku lemah, maka berilah aku kekuatan. Sesungguhnya aku hina, maka muliakanlah aku. Sesungguhnya aku miskin, maka cukupkanlah aku dengan karunia-Mu, wahai Dzat Yang Maha Penyayang.”

Selain memperbanyak doa, Islam juga mengajarkan umatnya untuk terus berikhtiar mencari rezeki yang halal, mengelola keuangan dengan bijak, serta berkomitmen melunasi utang sebagai bentuk tanggung jawab kepada sesama manusia dan ketaatan kepada Allah SWT. MK-mun

Redaktur : Munawir Sani