Ditpolairud Polda Kepri melaksanakan patroli perairan dan rendezvous bersama Singapore Police Coast Guard di perbatasan laut Indonesia–Singapura.
BATAM (marwahkepri.com) – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kepulauan Riau melaksanakan patroli perairan sekaligus pertemuan perbatasan laut (Rendezvous/RV) bersama Singapore Police Coast Guard (SPCG) untuk memperkuat pengamanan wilayah perbatasan Indonesia–Singapura, Rabu (13/5/2026).
Dalam pelaksanaan patroli di Perairan Belakang Padang, personel melakukan pengawasan terhadap aktivitas lalu lintas kapal untuk mengantisipasi potensi tindak pidana di wilayah perairan.
Patroli juga difokuskan untuk mencegah tindak pidana pelayaran maupun kejahatan transnasional seperti tindak pidana perdagangan orang (TPPO), penyelundupan narkotika, penyelundupan barang ilegal, hingga pencurian dan perompakan di atas kapal.
Selanjutnya patroli dilanjutkan menuju Perairan Karang Nipah. Tim patroli melaksanakan pemantauan intensif pada sejumlah titik rawan guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Hasil pemantauan menunjukkan kondisi perairan dalam keadaan aman terkendali.
Usai patroli kewilayahan, KP. XXXI – 2007 bergerak menuju titik koordinat perbatasan Indonesia–Singapura untuk melaksanakan Rendezvous (RV) bersama Singapore Police Coast Guard (SPCG) yang dipimpin oleh Superintendent (A1) Ahmad Najib Mohamed Naim selaku Commanding Officer Brani Region Base.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas penguatan koordinasi pengamanan wilayah perbatasan, pertukaran informasi terkait potensi gangguan keamanan maritim secara real-time, serta langkah pencegahan terhadap tindak kejahatan transnasional seperti perompakan, pencurian di laut, dan penyelundupan barang terlarang.
Pertemuan perbatasan berlangsung lancar dan penuh semangat kerja sama. Setelah pelaksanaan RV, kapal patroli kembali melakukan pengawasan di jalur perbatasan sebelum kembali menuju pangkalan.
Ditpolairud Polda Kepri menegaskan komitmennya menjaga stabilitas keamanan wilayah perairan, khususnya di kawasan perbatasan strategis yang menjadi jalur lalu lintas internasional. MK-mun
Redaktur: Munawir Sani
