Pemkab Bintan dan PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk saat diseminasi Program JAPFA for Kids 2025 di Kantor Bupati Bintan, Senin (23/2/2026). (Foto: MC Bintan)
BINTAN (marwahkepri.com) – Pemerintah Kabupaten Bintan bersama PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk menggelar diseminasi Program JAPFA for Kids 2025 yang menyasar 2.318 siswa di 13 SD, dengan 144 anak tercatat mengalami perbaikan status gizi hingga Januari 2026.
Program sosial tersebut bertujuan menurunkan angka malnutrisi serta membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat di kalangan siswa. Di Kabupaten Bintan, program dilaksanakan sejak Maret 2025 dan menyasar 13 sekolah dasar di Kecamatan Toapaya dan Gunung Kijang dengan total 2.318 siswa.
Bupati Bintan Roby Kurniawan menyampaikan apresiasi atas kolaborasi pemerintah dan swasta dalam mendukung peningkatan gizi anak.
“Kami mengapresiasi program Japfa for Kids ini sebagai bentuk kolaborasi luar biasa dalam membantu pemerintah meningkatkan gizi anak di Kabupaten Bintan. Ini menunjukkan bahwa Japfa tidak hanya berinvestasi, tetapi juga peduli terhadap masa depan generasi di daerah ini,” ujar bupati, Senin (23/02/2026).
Ia menyatakan kolaborasi berkelanjutan akan memberikan dampak signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan nutrisi anak dan berharap cakupan program dapat diperluas.
Pemkab Bintan memastikan pengawasan dan pendampingan dilakukan melalui Dinas Kesehatan bersama jajaran Puskesmas serta dukungan tenaga pendidik di sekolah.
Head of Operation Sumatera PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk, Anwar Tandiono, menyampaikan pada 2025 program menargetkan 16.000 siswa terperiksa di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Bintan.
Strategi utama program berupa pemberian satu butir telur setiap hari selama enam bulan kepada anak dengan status gizi kurang. Selain itu dilakukan monitoring berat dan tinggi badan setiap bulan melalui aplikasi JAPFA for Kids, pelaksanaan Hari Sehat JAPFA untuk menanamkan Empat Pilar Gizi Seimbang, serta pelatihan bagi guru PJ dan orang tua.
“Distribusi telur telah terlaksana sebanyak 25 kali, dengan total 65.029 butir telur yang disalurkan kepada 184 anak malnutrisi. Tingkat konsumsi telur di sekolah mencapai 86,82 persen,” jelas Anwar.
Dari total 2.318 siswa, sebanyak 216 anak atau 9,32 persen tercatat memiliki tantangan status gizi. Sebanyak 193 siswa mengikuti program pendampingan dan hingga Januari 2026, 144 anak menunjukkan perbaikan status gizi. MK-YR
Redaktur: Munawir Sani
