WhatsApp Image 2026-06-18 at 08.05.44

BP Batam mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI yang berlangsung di Gedung Nusantara I, Rabu (17/6/2026). (Foto: BP Batam)

BATAM (marwahkepri.com) – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus menunjukkan kinerja yang semakin solid dalam mengelola kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Batam. Di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra, berbagai indikator pembangunan, investasi, hingga pengelolaan keuangan mencatatkan tren positif yang semakin memperkuat posisi Batam sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi langsung dari Komisi VI DPR RI dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di Gedung Nusantara I, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menilai tata kelola BP Batam saat ini berhasil menghadirkan kinerja yang efektif, transparan, dan berorientasi pada pembangunan. Menurutnya, capaian yang diraih menjadi bukti bahwa Batam semakin mampu menjawab tantangan investasi sekaligus mendukung agenda pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pengelolaan anggaran dan kinerja BP Batam saat ini patut mendapat apresiasi. BP Batam mampu menunjukkan tata kelola yang baik dengan mengoptimalkan PNBP untuk mendukung pembangunan kawasan. Ini menjadi contoh bagi badan atau lembaga lainnya dan kami berharap Batam bisa terus maju menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Andre.

Tata Kelola Keuangan Semakin Mandiri

Salah satu pencapaian yang menjadi sorotan adalah kemampuan BP Batam mengoptimalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebagai sumber utama pembiayaan pembangunan.

Dengan strategi pengelolaan yang efisien, BP Batam mampu menjalankan berbagai program prioritas tanpa mengandalkan tambahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Langkah tersebut menjadi tonggak penting dalam mewujudkan kemandirian pembiayaan pembangunan kawasan.

Hingga 15 Juni 2026, realisasi PNBP BP Batam telah mencapai Rp899,23 miliar, atau 36,73 persen dari target tahunan. Angka tersebut meningkat 19,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, realisasi belanja mencapai Rp546,75 miliar, tumbuh 19,64 persen dibandingkan tahun 2025. Pertumbuhan tersebut mencerminkan percepatan pelaksanaan program pembangunan yang semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat maupun pelaku usaha.

Baca Juga:  Ringankan Beban Masyarakat, Bantuan Beras Ramadan Disalurkan di Sekupang

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan peningkatan tersebut merupakan indikator bahwa iklim investasi di Batam semakin sehat dan kepercayaan investor terus menguat.

“Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan investor terhadap Batam semakin tinggi dan kinerja keuangan BP Batam semakin baik dan optimal. Kami ingin mengoptimalkan penggunaan PNBP ini sehingga percepatan program pembangunan infrastruktur bisa terselesaikan dengan optimal,” ujar Amsakar.

Investasi Terus Bertumbuh Berkat Pelayanan yang Semakin Mudah

Menurut Amsakar, peningkatan investasi tidak terlepas dari berbagai pembenahan yang terus dilakukan BP Batam, khususnya dalam penyederhanaan perizinan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta percepatan pembangunan infrastruktur strategis.

Sinergi yang terjalin bersama Komisi VI DPR RI juga dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor terhadap Batam sebagai kawasan investasi berdaya saing tinggi.

“Kami berterima kasih atas dukungan Komisi VI DPR RI yang selama ini menjadi mitra strategis BP Batam. Capaian investasi yang terus meningkat menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan investor terhadap Batam semakin meningkat. Hal ini juga relevan dengan berbagai upaya BP Batam yang terus melakukan pembenahan, khususnya pada sektor simplifikasi perizinan,” jelasnya.

Kepala, Wakil Kepala dan Deputi BP Batam berfoto bersama Anggota Komisi VI DPR RI. (Foto: BP Batam)

Infrastruktur Menjadi Prioritas Pembangunan

Sejalan dengan meningkatnya investasi, BP Batam terus mempercepat pembangunan infrastruktur agar mampu mengimbangi kebutuhan dunia usaha.

Berbagai proyek strategis menjadi fokus utama, mulai dari pengembangan pelabuhan, bandara, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), jaringan jalan, drainase, hingga infrastruktur lingkungan hidup.

BP Batam juga mendorong pengembangan instalasi pengolahan air limbah, pengelolaan limbah B3, serta penguatan konektivitas kawasan guna menciptakan ekosistem investasi yang semakin kompetitif.

Menurut Amsakar, infrastruktur yang memadai merupakan fondasi utama dalam menjaga daya saing Batam di tengah persaingan investasi global.

Baca Juga:  ‎Kemenlu Dorong Replikasi Teknologi Solar Ice Maker untuk Tingkatkan Nilai Hasil Tangkapan Nelayan Natuna

Rekomposisi Anggaran 2027 Demi Pembangunan yang Lebih Produktif

Komitmen tersebut juga tercermin dalam usulan rekomposisi pagu anggaran Tahun 2027.

BP Batam memperoleh pagu indikatif sebesar Rp2,437 triliun yang seluruhnya berasal dari skema pembiayaan PNBP.

Anggaran tersebut terdiri atas:

  • Program Dukungan Manajemen sebesar Rp1,094 triliun.
  • Program Pengembangan Kawasan Strategis sebesar Rp1,343 triliun.

Namun demikian, BP Batam mengusulkan pengalihan sekitar Rp131,26 miliar atau sekitar 5 persen dari Program Dukungan Manajemen menuju Program Pengembangan Kawasan Strategis.

Strategi tersebut dilakukan untuk meningkatkan efektivitas belanja dengan mengurangi biaya operasional rutin dan memperbesar porsi belanja modal yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan dunia usaha.

Penguatan anggaran pembangunan nantinya diarahkan pada:

  • Pengembangan sumber daya air dan jaringan distribusi air minum.
  • Pembangunan infrastruktur lingkungan hidup.
  • Instalasi pengolahan air limbah.
  • Pengelolaan limbah B3.
  • Penguatan jaringan jalan dan drainase.
  • Infrastruktur pendukung kawasan strategis.

“Infrastruktur yang andal akan memperkuat daya saing Batam sebagai tujuan investasi. Ketika investasi tumbuh, maka lapangan kerja terbuka, aktivitas ekonomi meningkat, dan manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Inilah yang menjadi fokus utama BP Batam dalam perencanaan anggaran Tahun 2027,” tegas Amsakar.

Menuju Batam yang Semakin Kompetitif

Berbagai capaian yang diraih sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026 menunjukkan transformasi BP Batam menuju lembaga yang semakin profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan.

Dengan dukungan tata kelola keuangan yang sehat, percepatan pembangunan infrastruktur, kemudahan investasi, serta sinergi bersama pemerintah pusat dan DPR RI, BP Batam optimistis mampu menjadikan Batam sebagai kawasan investasi kelas dunia yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperluas lapangan kerja, dan memperkuat kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. MK-mun/ADV

Redaktur: Munawir Sani