Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Suyudi Ario Seto mengungkap kondisi lembaga pemasyarakatan di Indonesia saat ini dalam keadaan kritis. (Foto: Dirjenpas)
JAKARTA (marwahkepri.com) – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Suyudi Ario Seto mengungkap kondisi lembaga pemasyarakatan di Indonesia saat ini dalam keadaan kritis. Data menunjukkan jumlah penghuni lapas mencapai 278.376 orang atau overkapasitas 90 persen, dengan lebih dari separuh terkait kasus narkotika.
Pernyataan itu disampaikan Suyudi dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI, Selasa (7/4/2026).
“Izinkan kami membuka tabir realitas yang saat ini membelenggu sistem pemasyarakatan kita. Berdasarkan data Sistem Database Pemasyarakatan atau SDP Pusat yang diambil tanggal 12 November 2025 pukul 07.30, kita dihadapkan pada kondisi kritis terkait data tahanan dan narapidana,” kata Suyudi.
Suyudi menjelaskan kapasitas lapas di seluruh Indonesia hanya mampu menampung 146.260 orang. Namun jumlah penghuni saat ini jauh melampaui daya tampung.
“Fakta di lapangan menunjukkan bahwa total penghuni Lapas baik tahanan maupun narapidana telah mencapai angka 278.376 orang. Hal ini mengakibatkan terjadinya over kapasitas yang sangat memprihatinkan, yakni sebanyak 132.116 jiwa atau mencapai persentase 90% dari kapasitas normalnya,” jelasnya.
Suyudi menegaskan, tindak pidana narkotika menjadi penyumbang terbesar terhadap kepadatan penghuni lapas di Indonesia.
“Catatan bagi kita semua adalah bagaimana kejahatan narkotika berkontribusi sangat masif terhadap kepadatan tersebut. Dari total 278.376 penghuni Lapas, sebanyak 150.202 orang atau 54 persen merupakan penghuni yang terkait dengan kasus tindak pidana narkotika,” tegasnya. MK-mun/l6
Redaktur: Munawir Sani
