Kepala BGN Dadan Hindayana jelaskan strategi Jepang tingkatkan tinggi badan lewat makan bergizi

Program MBG disebut menjadi langkah strategis meningkatkan tinggi badan dan kesehatan anak Indonesia. (f: ai)

JAKARTA (marwahkepri.com) – Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan sistem aplikasi yang memungkinkan sekolah memberikan penilaian langsung terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Melalui aplikasi tersebut, sekolah nantinya dapat memberikan rating terhadap layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan ke sekolah masing-masing. Selain memberikan nilai, sekolah juga dapat menyertakan catatan mengenai persoalan yang ditemukan selama layanan MBG berlangsung.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan sistem tersebut dibuat untuk memperkuat mekanisme umpan balik dari sekolah. Informasi yang diberikan nantinya dapat menjadi bahan evaluasi BGN terhadap pelaksanaan MBG di lapangan.

“Apakah menunya jelek, apakah suka terlambat, apakah kemudian lain sebagainya itu bisa kemudian diberi bintang, kemudian dikasih catatan,” ujar Sudaryono dalam Kick Off Webinar Literasi bagi Kepala Sekolah, Selasa (15/9).

Sekolah Bisa Laporkan Masalah MBG

Sudaryono menjelaskan, sekolah menjadi salah satu pihak yang berinteraksi langsung dengan layanan MBG. Sementara peserta didik merupakan penerima manfaat sekaligus konsumen yang mendapatkan makanan dari program tersebut.

Baca Juga:  BGN Minta Sekolah Tolak Makanan MBG Tanpa Label Waktu

Karena itu, ia meminta kepala sekolah dan guru tidak ragu menyampaikan laporan apabila menemukan pelayanan yang dianggap tidak sesuai.

“Kami ingin lebih banyak mendapatkan feedback dari Bapak-Ibu kepala sekolah semua. Dan saya minta dan saya mohon kepada Bapak-Ibu kepala sekolah untuk tidak segan-segan melaporkan itu kepada kami,” tegasnya.

Menurut Sudaryono, pengaduan tidak harus berhenti pada komunikasi antara sekolah dan SPPG. Apabila masalah tidak kunjung diperbaiki, pihak sekolah dipersilakan menyampaikannya langsung kepada BGN.

Kepala Sekolah Diminta Tak Takut Melapor

Sudaryono bahkan meminta kepala sekolah atau guru mencantumkan BGN dalam komunikasi apabila menyampaikan keluhan kepada SPPG.

“Bapak-Ibu guru boleh protes ke SPPG-nya, tapi di-CC itu ditembuskan ke saya. Ada emailnya, sampaikan saja. Nggak perlu takut,” ujarnya.

Laporan tersebut nantinya akan ditindaklanjuti BGN, terutama apabila berkaitan dengan standar pelayanan maupun aspek keamanan pangan.

“Dapur itu memang tidak takut sama Kepala Sekolah, tapi dapur itu takutnya dengan BGN. Maka izinkan kami itu kemudian bisa terkoneksi dengan semua Kepala Sekolah yang ada di seluruh Indonesia,” kata Sudaryono.

Baca Juga:  Mayoritas SPPG Natuna Belum Kantongi SLHS, Dinkes Akui Baru Satu Lolos Uji

Ia berharap sistem konektivitas antara BGN dan sekolah dapat mempercepat penyampaian informasi dari lapangan. Dengan demikian, setiap komplain atau persoalan dalam pelaksanaan MBG dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.

Aplikasi penilaian tersebut nantinya diharapkan menjadi salah satu saluran bagi sekolah untuk memberikan evaluasi secara langsung terhadap kualitas layanan SPPG, termasuk kualitas makanan dan ketepatan waktu distribusi. MK-dtc

Redaktur : Munawir Sani