Koordinator Banggar DPRD Kota Batam, H. Aweng Kurniawan, memimpin rapat bersama TAPD membahas penyamaan persepsi terhadap Rancangan KUA-PPAS Kota Batam Tahun Anggaran 2027 di Ruang Rapat Pimpinan DPRD Kota Batam. (f: hum)
BATAM (marwahkepri.com) – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Batam menggelar rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Batam dengan dua agenda utama terkait penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan DPRD Kota Batam, Rabu (15/7/2026).
Rapat dipimpin Wakil Ketua I DPRD Kota Batam yang juga Koordinator Banggar, H. Aweng Kurniawan, didampingi Wakil Ketua III DPRD Kota Batam, Muhammad Yunus Muda, SE.
Koordinator Banggar DPRD Kota Batam, H. Aweng Kurniawan, menjelaskan agenda pertama rapat membahas penyamaan persepsi antara Badan Anggaran DPRD dan TAPD terhadap Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Kota Batam Tahun Anggaran 2027.
Menurutnya, setelah Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyampaikan Rancangan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 dalam rapat paripurna DPRD pada pekan lalu, diperlukan kesamaan pemahaman antara legislatif dan eksekutif sebelum memasuki tahapan pembahasan lebih lanjut.
“Penyamaan persepsi ini penting pada tahap KUA-PPAS agar dapat meminimalisir perdebatan berkepanjangan pada saat pembahasan RAPBD. Kita juga menyamakan pemahaman terhadap arah kebijakan pembangunan daerah, sehingga program dan kegiatan yang dianggarkan selaras dengan visi, misi, RPJMD, dan RKPD,” ujar Aweng.
Selain penyamaan persepsi, rapat juga langsung memasuki pembahasan substansi Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Kota Batam Tahun Anggaran 2027.
Aweng menegaskan, Banggar DPRD dan TAPD perlu memiliki pemahaman yang sama terhadap berbagai aspek dalam penyusunan KUA, mulai dari kondisi ekonomi dan asumsi makro daerah, rencana pendapatan daerah, rencana belanja daerah, hingga rencana pembiayaan daerah.
Menurutnya, kesamaan pemahaman tersebut menjadi landasan penting agar dokumen KUA benar-benar mencerminkan kondisi riil perekonomian Kota Batam sekaligus mampu menjawab kebutuhan pembangunan yang paling mendesak dan strategis.
“Hal ini agar KUA benar-benar sinkron dengan kondisi riil ekonomi Kota Batam, sehingga penyusunan anggaran nantinya dapat ditujukan pada kebutuhan yang paling mendesak dan strategis,” tutupnya. MK-mun
Redaktur : Munawir Sani
