Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Foto: Detik)
JAKARTA (marwahkepri.com) – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut pemadaman listrik di Batam berkaitan dengan sejumlah gangguan teknis pada jaringan, termasuk sambaran petir dan dugaan hewan yang terkena jaringan listrik. Pemerintah akan berkoordinasi dengan PLN untuk membahas penanganan gangguan dan kemungkinan kompensasi bagi masyarakat terdampak.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia angkat bicara mengenai pemadaman listrik atau blackout yang melanda Kota Batam, Bintan dan Tanjungpinang. Ia menyebut gangguan tersebut berkaitan dengan sejumlah persoalan teknis pada jaringan kelistrikan, termasuk sambaran petir dan dugaan hewan yang terkena jaringan.
Bahlil mengatakan perbaikan jaringan listrik di sejumlah wilayah perlu dilakukan secara lebih intensif agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
“Tadi menyampaikan karena diskusi tentang bagaimana cara agar beberapa daerah tentang listrik harus kita lakukan perbaikan yang lebih intensif lagi. Agar bisa kita memberikan pelayanan yang terbaik untuk rakyat,” kata Bahlil usai rapat di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dilansir detikFinance, Kamis (15/10/2026).
Menurut Bahlil, gangguan listrik di Batam dipengaruhi sejumlah persoalan teknis pada jaringan. Ia menyebut sambaran petir dan gangguan teknis lainnya sebagai beberapa faktor yang disampaikan kepadanya.
“Ada beberapa persoalan teknis di wilayah Batam dan ada beberapa jaringan yang kena trouble karena ada petir dan menurut mereka ya, dan ada kesalahan teknis lah, kira-kira begitu,” jelasnya.
Selain itu, Bahlil menyebut dugaan adanya hewan yang terkena jaringan listrik sebagai salah satu faktor yang perlu ditelusuri lebih lanjut.
“Teknisnya itu ada tiga, salah satu di antaranya adalah katanya ada hewan atau apa yang kena, kelelawar atau apa gitu,” sambung Bahlil.
Untuk menindaklanjuti persoalan tersebut, Bahlil mengatakan dirinya akan berkoordinasi dengan jajaran PT PLN (Persero). Pembahasan juga akan mencakup kemungkinan pemberian kompensasi kepada masyarakat yang terdampak pemadaman.
“Saya nanti akan bicarakan terlebih dahulu dengan teman-teman dari PLN. Karena PLN yang paling tahu secara teknis implementasi di lapangan ya,” terang Bahlil. (mun/dtk)
Redaktur: Munawir Sani
