Ketua DPRD Natuna, Rusdi didampingi Wakil Ketua II Wan Arismunandar, menyerahkan buku Perda APBD-P kepada Wakil Bupati Natuna, Jarmin Sidik, Rabu (16/9/2026).
NATUNA (marwahkepri.com) – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan kabupaten Natuna tahun anggaran 2026 disahkan sebesar Rp 1.056.571.600.000.
Hal ini terungkap dalam rapat paripurna DPRD Natuna yang digelar pada Rabu (16/9/202). Semua Fraksi menerima dan menyetujui Ranperda ABPD-P 2026 disahkan menjadi peraturan daerah.
Dengan demikian APBD-P Natuna mengalami kenaikan sebesar Rp 8.369.000.000 dari yang sebelumnya Rp1.048.202.600.000.
Berdasarkan data dihimpun terdapat beberapa perubahan pada struktur APBD Tahun Anggaran 2026.
Pendapatan daerah semula dianggarkan sebesar Rp1.043.202.600.000, bertambah sebesar Rp7.654.590.413,96. Jumlah Pendapatan Daerah setelah perubahan menjadi Rp1.050.857.190.413,96.
Perubahan pendapatan tersebut bersumber dari perubahan Pendapatan Asli Daerah, Pendapatan Transfer serta lain-lain pendapatan daerah yang Sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pendapatan Asli Daerah semula dianggarkan sebesar Rp123.395.557.000 bertambah sebesar Rp13.339.991.016,00.
Jumlah Pendapatan Asli Daerah setelah perubahan menjadi Rp136.735.548.016,00.
Pendapatan Transfer semula dianggarkan sebesar Rp912.723.918.000,00 berkurang sebesar Rp 7.054.400.602,00. Jumlah Pendapatan Transfer setelah perubahan menjadi Rp905.669.517.397,96.
Lain-lain pendapatan daerah yang sah semula dianggarkan sebesar Rp7.083.125.000,00 bertambah sebesar Rp1.369.000.000,00. Jumlah lain-lain pendapatan daerah yang sah setelah perubahan menjadi Rp8.452.125.000,00.
Sementara itu, belanja daerah semula dianggarkan sebesar Rp1.048.202.600.000,00, bertambah sebesar Rp8.369.000.000,00. Jumlah belanja daerah setelah perubahan menjadi Rp1.056.571.600.000, dengan rincian sebagai berikut :
Belanja operasional semula dianggarkan sebesar 809.739.086.541, bertambah sebesar Rp18.074.517.178. Jumlah belanja operasional setelah perubahan menjadi Rp827.813.603.719,00.
Belanja modal semula dianggarkan sebesar Rp117.375.663.559,00, bertambah sebesar Rp23.395.528.512. Jumlah belanja modal setelah perubahan menjadi Rp 140.771.192.071.
Belanja tidak terduga semula dianggarkan sebesar Rp 5.000.000.000, berkurang sebesar Rp 3.377.819.890. Jumlah belanja tidak terduga setelah perubahan menjadi Rp 1.622.180.110.
Belanja transfer semula dianggarkan sebesar Rp 116.087.849.900, berkurang sebesar Rp 29.723.225.800. Jumlah belanja transfer setelah perubahan menjadi Rp 86.364.624.100.
Selain itu, surplus atau defisit pembiayaan daerah mengalami perubahan dengan rincian sebagai berikut :
Penerimaan pembiayaan semula dianggarkan sebesar Rp 5.000.000.000, bertambah sebesar Rp 714.409.586, sehingga jumlah penerimaan pembiayaan setelah perubahan menjadi 5.714.409.586.
Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) semula sebesar Rp 5.000.000.000, bertambah sebesar Rp 714.409.586. Sehingga jumlah SiLPA setelah perubahan menjadi 5.714.409.586.
Ranperda ini dapat diterima dan disetujui oleh semua fraksi setelah dipelajari secara seksama dari hasil laporan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Natuna. MK-nang
Redaktur : Munawir Sani
