IMG-20260826-WA0003

Wakil Wali Kota Batam/Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, turun langsung meninjau sejumlah titik penanganan banjir dan infrastruktur jalan di Kota Batam, Selasa (25/8/2026). (Foto: MC Batam)

BATAM (marwahkepri.com) – Pembangunan kota yang maju tidak hanya diukur dari pertumbuhan investasi dan aktivitas ekonomi, tetapi juga dari kualitas infrastruktur yang mendukung kehidupan masyarakat sehari-hari. Menjawab kebutuhan tersebut, Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memperkuat pembangunan dan pembenahan infrastruktur dasar, mulai dari peningkatan jalan, penanganan drainase, pengendalian banjir, hingga pengembangan penerangan jalan umum.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen BP Batam bersama Pemerintah Kota Batam dalam mewujudkan kota yang lebih tertata, nyaman, dan memiliki konektivitas yang semakin baik. Infrastruktur yang memadai diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, mendukung aktivitas industri dan logistik, sekaligus meningkatkan daya saing Batam sebagai pusat investasi.

Berbagai pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan di lapangan. Tidak hanya membangun dan memperbaiki infrastruktur, BP Batam juga memperkuat pemantauan serta evaluasi untuk memastikan fasilitas yang tersedia dapat berfungsi optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Penanganan Banjir Berbasis Kondisi Lapangan

Salah satu fokus utama BP Batam adalah penanganan banjir melalui pembenahan sistem drainase di sejumlah kawasan. Upaya ini dilakukan melalui perbaikan saluran, evaluasi kondisi infrastruktur, serta identifikasi hambatan aliran air yang berpotensi menimbulkan genangan.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, secara langsung meninjau sejumlah titik infrastruktur untuk memastikan penanganan yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan kawasan.

Pada Selasa (25/8/2026), Li Claudia meninjau Drainase Jalan S. Parman di Piayu, drainase di depan RS Graha Hermine, Batu Aji, Drainase Spillway di Muka Kuning, serta rencana pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di ruas Simpang Pollux–Simpang Telkom.

Dalam peninjauan tersebut, perhatian diarahkan pada kondisi saluran, progres pembenahan drainase, serta kebutuhan penerangan jalan untuk mendukung keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

Evaluasi dilanjutkan pada Kamis (27/8/2026) bersama Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, dan jajaran. Kali ini, peninjauan dilakukan pada Drainase Jalan Tengku Sulung di depan Perumahan Odessa serta Drainase Jalan Hang Tuah, Taman Raya Tahap 4, di depan SMP Negeri 28 Batam, Kelurahan Belian.

Di kedua lokasi tersebut, tim mengevaluasi hambatan aliran air akibat penumpukan material, kebutuhan perbaikan fungsi drainase, serta akses jalan inspeksi di sekitar saluran.

Li Claudia menegaskan bahwa pembenahan infrastruktur harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan. Infrastruktur seperti drainase maupun penerangan jalan memiliki manfaat yang langsung dirasakan masyarakat, sehingga perlu kita perhatikan dan evaluasi sesuai kondisi serta kebutuhan masing-masing lokasi,” kata Li Claudia.

Baca Juga:  Polda Kepri Ungkap Penyalahgunaan BBM Subsidi di Batam, 3 Pelaku Diamankan

Ia juga mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga fungsi infrastruktur, terutama melalui kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke saluran air.

“Pembenahan infrastruktur yang kita lakukan harus berorientasi pada kenyamanan aktivitas harian warga. Di saat yang sama, peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sangat dibutuhkan agar fungsi drainase tetap optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Mouris Limanto mengatakan evaluasi teknis akan terus dilakukan untuk memastikan penanganan sesuai dengan kondisi aktual di setiap kawasan.

“Tim teknis kami akan terus melakukan evaluasi berkala di lapangan agar formulasi penanganan tepat sasaran sesuai kondisi aktual,” kata Mouris.

Upaya tersebut menegaskan bahwa penanganan banjir tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada ketepatan solusi, pemeliharaan infrastruktur, dan evaluasi berkala agar fungsi drainase dapat terus terjaga.

Drainase Simpang Kabil, Upaya Nyata Mengurangi Genangan

Manfaat pembenahan infrastruktur mulai dirasakan di sejumlah kawasan, salah satunya Simpang Kabil atau Simpang Kepri Mal.

Melalui skema proyek multiyears 2026–2027, BP Batam melakukan peningkatan saluran drainase di kawasan tersebut. Berdasarkan informasi dalam laporan pelaksanaan pekerjaan, setelah penanganan dilakukan, genangan yang sebelumnya kerap terjadi saat hujan tidak lagi dirasakan masyarakat di lokasi tersebut.

Penanganan ini menjadi contoh pentingnya pembenahan drainase secara terarah, terutama di kawasan dengan aktivitas lalu lintas dan kegiatan ekonomi yang tinggi.

BP Batam juga terus melakukan pemantauan untuk mengidentifikasi kebutuhan penanganan lanjutan serta memastikan infrastruktur yang telah diperbaiki dapat berfungsi sesuai perencanaan.

Evaluasi terhadap titik-titik banjir menjadi bagian dari upaya berkelanjutan bersama Pemerintah Kota Batam dalam memperkuat infrastruktur dasar dan meningkatkan kenyamanan lingkungan perkotaan.

Peningkatan Jalan Gajah Mada segmen Landing Point Fly Over – Simpang Lalan Madani. (Foto: BP Batam)

Percepatan Jalan untuk Memperkuat Konektivitas Batam

Selain drainase, peningkatan kualitas jalan menjadi prioritas BP Batam untuk mendukung mobilitas masyarakat dan kelancaran aktivitas ekonomi.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur jalan agar pelaksanaannya berjalan sesuai target, tanpa mengabaikan kualitas pekerjaan dan standar keselamatan.

Salah satu pekerjaan yang menjadi perhatian adalah peningkatan Jalan Gajah Mada pada segmen Landing Point Fly Over hingga Simpang Lalan Madani. Hingga 24 Agustus 2026, progres fisik pekerjaan tersebut tercatat mencapai 39,194 persen.

Baca Juga:  Perwira TNI AL Didakwa Berulang Kali Selundupkan Sabu Lewat Pesawat Militer

Peningkatan jalan ini direncanakan melalui pelebaran menjadi dua jalur, dengan masing-masing sisi terdiri atas tiga lajur. Pengembangan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas jalan, memperkuat konektivitas antarkawasan, dan mendukung kelancaran arus lalu lintas.

Amsakar mengatakan pemantauan dan evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan pekerjaan infrastruktur tetap berjalan sesuai perencanaan.

“Kami terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap progres pekerjaan. Langkah percepatan terus didorong agar pelaksanaan kembali sesuai dengan rencana,” kata Amsakar di Batam Centre.

Ia menegaskan bahwa percepatan pembangunan tetap harus memperhatikan kualitas dan keselamatan.

“Percepatan dilakukan secara terukur tanpa mengabaikan aspek mutu dan keselamatan pekerjaan,” jelasnya.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menambahkan bahwa peningkatan jalan tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam mendukung kelancaran perjalanan dan konektivitas antarkawasan.

“Pekerjaan peningkatan jalan Landing Point Fly Over – Simpang Lalan Madani diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarkawasan dan mendukung kelancaran arus lalu lintas di Batam,” ujarnya.

Pembangunan jalan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pekerjaan infrastruktur BP Batam yang mencakup jalan, jembatan, drainase, hingga fasilitas terminal domestik.

Dua Belas Pekerjaan Perbaikan Jalan Telah Rampung

Komitmen peningkatan kualitas jalan juga terlihat dari penyelesaian sejumlah pekerjaan di berbagai titik prioritas.

Hingga 3 Agustus 2026, BP Batam mencatat sebanyak 12 dari total 19 pekerjaan perbaikan jalan telah rampung. Sejumlah lokasi yang telah selesai diperbaiki antara lain Jalan Gajah Mada di depan Southlink, ruas jalan dekat Jembatan Sei Ladi, Jalan Yos Sudarso di atas underpass, serta jalan di Kawasan Volex.

Perbaikan Jalan Gajah Mada di kawasan Tiban, khususnya pada segmen depan Southlink dan dekat Jembatan Sei Ladi, menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas jalan sekaligus mengurangi potensi genangan di titik-titik prioritas.

Pekerjaan dilakukan berdasarkan survei dan evaluasi lapangan, termasuk penanganan struktur jalan dan penataan drainase di lokasi yang membutuhkan pembenahan.

Sementara itu, sejumlah pekerjaan lainnya masih berlangsung. Dua pekerjaan tercatat dalam tahap pengerjaan, yakni Jalan Gajah Mada segmen Southlink–UIB dan pengaspalan overlay RE. Martadinata. Tiga pekerjaan berada dalam proses pengaspalan, termasuk jalan Simpang Bengkong di kawasan Gogomart dan jalan Kawasan Industri Simpang Taiwan.

Tiga pekerjaan lainnya masih dalam tahap persiapan, antara lain jalan Kawasan Industri CPO Kabil dan Kawasan Industri Batu Ampar. Adapun satu pekerjaan berupa perbaikan badan jalan beton menuju Sei Ladi mengalami kendala akibat pergerakan tanah yang menyebabkan badan jalan kembali terangkat.

Baca Juga:  Anggaran BP Batam 2027 sebesar Rp 2,44 Triliun, Fokus Pengembangan Investasi Inklusif dan Kawasan

Direktur Diseminasi Informasi dan Hubungan Antar Lembaga BP Batam, Sthefani Barlian, mengatakan penyelesaian perbaikan jalan merupakan bagian dari komitmen BP Batam untuk menghadirkan infrastruktur yang lebih aman dan nyaman.

“Perbaikan jalan ini untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses jalan yang lebih aman, nyaman dan mendukung kelancaran aktivitas sehari-hari,” ujar Sthefani di Batam Centre, Kamis (20/8).

Ia menambahkan, BP Batam terus memantau pekerjaan yang masih berlangsung, termasuk perbaikan Jalan Gajah Mada segmen Southlink–UIB, yang mencakup kawasan Pura Agung Amertha Buana hingga Taman Kota.

“Untuk pekerjaan yang masih berjalan, kami mohon dukungan dan kesabaran masyarakat. Kami memahami bahwa proses perbaikan dapat memengaruhi mobilitas, namun seluruh tahapan ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur Batam yang semakin baik,” tambahnya.

Pemantauan dan percepatan pekerjaan terus dilakukan agar seluruh proyek dapat diselesaikan dengan memperhatikan mutu, keselamatan, serta kebutuhan masyarakat.

Infrastruktur Terintegrasi untuk Batam yang Lebih Nyaman

Pembangunan dan pembenahan jalan serta drainase merupakan bagian dari strategi yang saling berkaitan. Jalan yang lebih baik mendukung kelancaran mobilitas, sedangkan drainase yang berfungsi optimal membantu mengurangi risiko genangan dan menjaga kondisi infrastruktur tetap terpelihara.

Di saat yang sama, rencana pemasangan PJU di ruas Simpang Pollux–Simpang Telkom menunjukkan perhatian terhadap aspek keamanan dan kenyamanan pengguna jalan. Penanganan infrastruktur dengan pendekatan menyeluruh diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan sekaligus mendukung kegiatan ekonomi.

Bagi Batam sebagai kawasan industri, perdagangan, dan investasi, ketersediaan infrastruktur yang andal memiliki peran penting dalam menjaga efisiensi pergerakan masyarakat maupun distribusi barang.

Karena itu, BP Batam terus mendorong pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian proyek, tetapi juga pada manfaat yang dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Batam, evaluasi lapangan, serta percepatan pekerjaan prioritas, BP Batam berupaya mewujudkan infrastruktur yang semakin baik dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan kota.

Dengan penanganan jalan, drainase, dan fasilitas pendukung secara berkelanjutan, Batam diharapkan semakin nyaman untuk ditinggali, semakin lancar untuk menjalankan aktivitas ekonomi, serta semakin kompetitif sebagai tujuan investasi. (mun)

Redaktur: Munawir Sani