Suasana penyambutan peserta WAGC World Final 2026 dimeriahkan pertunjukan Barongsai di Desaru Coast, Johor, Malaysia. (f: doc)
JOHOR(marwahkepri.com) – Sebanyak 620 pegolf dan delegasi dari 48 negara berkumpul di Desaru Coast, Johor, Malaysia, dalam rangkaian penyambutan World Amateur Golfers Championship (WAGC) World Final 2026. Ajang golf amatir internasional ini sekaligus menjadi momentum bagi Johor untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata golf kelas dunia.
Penyambutan peserta ditandai dengan Welcome Dinner dan Flag-Raising Ceremony yang berlangsung di Desaru Coast Conference Centre, Sabtu (24/10/2026).
Sebelum jamuan makan malam, para delegasi dari seluruh negara peserta mengikuti sesi foto bersama sebagai simbol persahabatan dan kebersamaan internasional. Suasana semakin meriah dengan penampilan tarian tradisional Barongsai yang menyambut kedatangan para tamu.
Sejumlah tokoh penting turut menghadiri acara tersebut, di antaranya Ketua Jawatankuasa Perpaduan, Warisan dan Kebudayaan Negeri Johor, YB Tuan Pannir Selvam; Pengarah Tourism Johor, Mohammad Nazrul Abd Rahim; Pengarah Tourism Malaysia Wilayah Selatan, Maizatul Liza binti Mukhtar; Chairman dan CEO WAGC, Dato’ Nils Nordh; Presiden WAGC, Isac Saminathan; serta Chairman PERODUA, Tan Sri Asmat Kamaludin.
Kejuaraan edisi ke-31 ini mempertemukan komunitas golf amatir dunia dalam kompetisi yang tidak hanya mengedepankan prestasi olahraga, tetapi juga persahabatan dan pertukaran budaya antarnegara.
Mewakili Pemerintah Negeri Johor, Pannir Selvam menyambut para peserta sekaligus menekankan bahwa olahraga memiliki kekuatan untuk menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang.
“Olahraga menyatukan orang-orang. Kita mungkin berasal dari negara berbeda, berbicara bahasa yang berbeda, dan mewakili budaya yang beragam. Namun, di lapangan golf, kita memiliki semangat yang sama, yakni saling menghormati, persahabatan, dan keunggulan,” ujarnya.
Puncak acara Welcome Dinner ditandai dengan Flag-Raising Ceremony. Kapten tim dari 48 negara peserta secara bergantian memasuki ballroom sambil membawa bendera kebangsaan masing-masing.
Dengan sorak-sorai dan tepuk tangan para anggota tim, setiap kapten kemudian menempatkan bendera negaranya pada tempat yang telah disediakan di atas panggung. Prosesi tersebut menjadi simbol kebanggaan nasional sekaligus persatuan komunitas golf internasional.
Seluruh kapten tim kemudian berkumpul untuk mengabadikan momen melalui foto bersama.
Suasana semakin meriah ketika China, juara WAGC World Final 2025 di Pulau Jeju, Korea Selatan, memasuki ruangan dengan membawa trofi bergengsi WAGC Challenge Trophy. Kedatangan sang juara bertahan diiringi pertunjukan Barongsai dan kibaran bendera China yang menjadi penutup berkesan rangkaian penyambutan.
Dalam sambutannya, Pannir kembali menegaskan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk membangun persatuan.
“Perbedaan tidak harus memisahkan kita. Justru perbedaan dapat menyatukan kita,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa penyelenggaraan acara internasional harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat setempat. Menurutnya, keberhasilan sebuah kegiatan tidak cukup hanya diukur dari jumlah wisatawan yang datang, tetapi juga dari peluang ekonomi yang tercipta bagi masyarakat Johor.
“Acara yang sukses bukan hanya membawa pengunjung ke Johor, tetapi juga harus menciptakan peluang bagi masyarakat Johor,” tegasnya.
Kejuaraan WAGC World Final 2026 dipusatkan di The Els Club Desaru Coast. Selain itu, Forest City Golf Resort dan Tanjong Puteri Golf Resort turut menjadi lokasi pertandingan.
Ketiga lapangan golf tersebut menunjukkan beragam fasilitas dan pengalaman bermain golf yang ditawarkan Johor kepada wisatawan mancanegara.
Presiden Johor Golf Tourism Association (JGTA), Kolonel Mohd Jamal Salleh, mengatakan kejuaraan tersebut menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan potensi wisata golf Johor kepada komunitas internasional.
Menurutnya, kehadiran ratusan pegolf dari berbagai negara memberikan ruang promosi bagi Johor sebagai destinasi yang menawarkan lapangan golf berkualitas, layanan perhotelan, serta pengalaman wisata yang berkesan.
Ia menjelaskan, kolaborasi JGTA dengan Delta World turut berperan dalam menghadirkan WAGC World Final 2026 ke Desaru Coast. Kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk mengembangkan sektor wisata golf, bukan sekadar menyelenggarakan turnamen.
Dengan pengalaman Delta World dalam menggelar ajang golf internasional dan peran JGTA dalam mempromosikan wisata golf Johor, kemitraan tersebut diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan mancanegara serta membuka peluang bagi pelaku usaha pariwisata lokal.
Jamal juga menyampaikan apresiasi kepada Tourism Malaysia dan Tourism Johor atas dukungan serta kolaborasi dalam berbagai inisiatif wisata golf, khususnya penyelenggaraan WAGC World Final 2026.
Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Delta World, sponsor, mitra, dan seluruh organisasi pendukung yang berkontribusi terhadap kesuksesan kejuaraan tersebut.
Penyelenggaraan WAGC World Final 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian Visit Johor Year 2026. Melalui ajang ini, Johor ingin memperkenalkan lebih luas potensi pariwisatanya kepada dunia, mulai dari kuliner, warisan budaya, objek wisata, hingga keramahan masyarakat setempat.
Selain mendorong kunjungan wisatawan, kejuaraan tersebut diharapkan mampu meningkatkan lama tinggal pengunjung, belanja wisata, serta perputaran ekonomi bagi hotel, restoran, penyedia transportasi, dan pelaku usaha lokal.
Pannir turut mengajak para peserta internasional untuk mengenal lebih dekat identitas dan kekayaan budaya Johor, termasuk kesenian tradisional Zapin dan Ghazal.
Ia juga memperkenalkan semangat Bangsa Johor, yakni identitas bersama yang dibangun melalui nilai saling menghormati, rasa memiliki, dan persatuan di tengah keberagaman budaya.
Melalui WAGC World Final 2026, Johor tidak hanya ingin menjadi tuan rumah kejuaraan golf internasional, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya dan pengalaman wisata yang dimilikinya.
Dengan kehadiran peserta dari 48 negara, pemerintah Johor berharap para pegolf membawa pulang pengalaman, persahabatan, dan kenangan positif yang mendorong mereka kembali berkunjung untuk menikmati wisata golf maupun destinasi lainnya di Johor. MK-mun
Redaktur Munawir Sani
