Sekretaris Daerah Natuna, Boy Wijanarko, melepas JCH Natuna, Selasa (21/4/2026) bertempat di Masjid Agung Baitul Izzah. (Foto: nang)
NATUNA (marwahkepri.com) – Sebanyak 36 Jemaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Natuna musim haji 1447 H/2026 M, resmi diberangkatkan menuju tanah suci.
Prosesi pelepasan dilaksanakan di Masjid Agung Baitul Izzah oleh Sekretaris Daerah Natuna, Boy Wijanarko, bersama anggota DPRD dan Forkopimda, Selasa (21/4/2026).
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setdakab Natuna, Sudirman, menyampaikan, total jemaah tahun ini berjumlah 36 orang, terdiri dari 13 laki-laki dan 23 perempuan.
Dari jumlah tersebut, jemaah tertua tercatat atas nama Wan Izhar (80), sementara yang termuda adalah Dina Harnita (35).
“Hari ini jemaah diberangkatkan menuju Batam menggunakan pesawat NAM Air. Selanjutnya, pada Kamis (23/4/2026) siang,” ujarnya.
Sudirman mengatakan, JCH Natuna akan diberangkatkan ke tanah suci melalui embarkasi Batam dan tergabung dalam Kloter 2 menggunakan maskapai Saudi Arabian.
Namun, keberangkatan tahun ini memiliki catatan tersendiri. Natuna tidak mendapatkan Petugas Haji Daerah (PHD), berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Menurut Sudirman, hal tersebut disebabkan oleh keterbatasan kuota serta waktu pendaftaran yang relatif mepet.
“Tahun ini PHD tidak ada karena jumlah jemaah kita sedikit. Kuota PHD hanya diberikan untuk daerah seperti Tanjungpinang, Bintan, dan Batam,” ujarnya.
Selain itu, jumlah jemaah calon haji Natuna tahun ini juga mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 40 orang.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Natuna, Boy Wijanarko, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jemaah calon haji yang mendapat kesempatan menunaikan ibadah ke Tanah Suci tahun ini.
“Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan selamat kepada seluruh jemaah calon haji. Ini adalah amanah yang sangat mulia, karena tidak semua orang mendapat kesempatan ini,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar para jemaah memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya, serta menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan.
Sekda juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan saling membantu antar jemaah selama berada di Tanah Suci.
“Selama di sana, kurang lebih 40 hari, saya harap jemaah bisa saling tolong-menolong dan menjaga kekompakan,” tambahnya.
Perhatian khusus juga diberikan kepada jemaah lanjut usia (lansia). Ia mengimbau agar jemaah yang lebih muda dapat membantu dan tidak meninggalkan lansia sendirian.
“Bagi yang lansia, mohon dibantu. Kalau perlu didorong dengan kursi roda, jangan sampai ditinggal di hotel. Minimal mereka bisa melihat Masjid Nabawi,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, ia juga mengingatkan agar seluruh jemaah menjaga kondisi fisik dan kesehatan selama menjalankan ibadah haji.
“Jaga kesehatan, atur fisik, dan manfaatkan waktu sebaik mungkin selama di Tanah Suci. Semoga seluruh jemaah kembali ke Natuna sebagai haji dan hajjah yang mabrur,” tutupnya. MK-nang
Redaktur: Munawir Sani
