Pola Makan Emosional dan Mindful Eating: Studi Terbaru Menyoroti Kebiasaan Makan di Indonesia

Ilustrasi. (F: Ist)

Marwahkepri.com – Lebih dari 40% penduduk Indonesia menggunakan ritual makan sebagai mekanisme penanganan emosi, menunjukkan prevalensi tinggi perilaku emotional eating. Temuan ini berasal dari survei “Mindful Eating Study” oleh Health Collaborative Center (HCC).

Studi melibatkan 1.158 responden berusia 20-59 tahun dari 20 provinsi, dengan 47% dari mereka masuk dalam kategori emotional eater. Dilakukan secara daring dengan metode random sampling rapid-response, partisipan mengisi kuesioner dari tiga paket penelitian.

Hasil menunjukkan 56% responden sedang diet, dengan 53% termasuk dalam kategori mindful eater dan 47% sebagai emotional eater. Temuan menarik mencatat bahwa 49% responden emotional eater berusia di bawah 40 tahun, sementara para mindful eater cenderung lebih tua, berusia 40-60 tahun.

Mindful eating, yang dijelaskan oleh peneliti utama Ray Wagiu Basrowi, adalah pola makan yang mengelola kebiasaan dengan kesadaran penuh terhadap dampak kesehatan. Sebaliknya, emotional eating sering dilakukan tanpa kesadaran terhadap nutrisi, seringkali sebagai tanggapan terhadap stres atau emosi.

Ray menekankan bahwa mereka yang menjalani mindful eating memiliki status kesehatan fisik dan mental yang lebih baik, serta dapat mengurangi risiko penyakit metabolik. Studi ini menyoroti hubungan kuat antara emotional eating dan stres, dengan 51% emotional eater berisiko dua kali lipat mengalami stres.

Selain itu, stres dapat memengaruhi proses pencernaan dan penyerapan nutrisi yang tidak optimal. Dalam kontrast, mindful eating dapat membantu menghindari stres, dengan 73% mereka yang mengadopsi pola makan ini tiga kali lebih besar kemungkinannya untuk menghindari stres. Melalui mindful eating, kondisi asam pada usus dapat dijaga, memastikan bakteri baik dapat bekerja optimal.

-
mgid.com, 846953, DIRECT, d4c29acad76ce94f