Presiden Jokowi Kritik Debat Capres Ketiga: Kurang Substansi dan Penuh Saling Serang

Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Foto: Sekretariat Kabinet)

JAKARTA (marwahkepri.com) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelaksanaan debat ketiga Pemilihan Presiden 2024 yang berlangsung pada Minggu (7/1/2024). Menurutnya, debat tersebut kurang menampilkan substansi dan visi para calon presiden (capres). Jokowi juga menyayangkan adanya saling serang antar capres yang lebih menekankan pada hal-hal personal daripada kebijakan.

“Yang pertama, saya memang melihat substansi dari visinya malah tidak kelihatan. Yang kelihatan justru saling menyerang, yang sebetulnya enggak apa-apa, asal (itu soal) kebijakan. Asal policy. Asal visi ya enggak apa-apa,”ungkap Jokowi.

Presiden juga menyoroti bahwa serangan yang lebih bersifat personal dan tidak terkait dengan konteks debat mengenai hubungan internasional, geopolitik, dan sejenisnya, kurang memberikan pendidikan dan edukasi kepada masyarakat yang menonton.

Karena itu, Jokowi menyampaikan bahwa kemungkinan banyak orang yang merasa kecewa dengan jalannya debat capres. Dia meminta agar debat pilpres selanjutnya diformat dengan lebih baik lagi.

“Ada rambu-rambu sehingga hidup, saling menyerang enggak apa-apa tapi (soal) kebijakan, policy, visinya yang diserang,” tambahnya.

Presiden menekankan pentingnya fokus pada serangan terhadap kebijakan dan visi masing-masing calon, bukan aspek personal yang tidak mendidik.

Debat ketiga Pilpres 2023 diikuti oleh calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan; calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto; dan calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo.

Debat tersebut mengusung tema pertahanan, keamanan, hubungan internasional, dan geopolitik. Meskipun beberapa kali terjadi adu argumen antar capres, Presiden Jokowi menilai perlu adanya format yang lebih terarah agar fokus pada kebijakan dan visi. MK-komp

Redaktur : Munawir Sani

-
mgid.com, 846953, DIRECT, d4c29acad76ce94f