Pengerjaan Box Saluran Air Kerinci Barat Diduga Menyimpang dan Tak Sesuai Standar

Pembangunan saluran primer dan box saluran air Kerinci Barat menuju Sungai Kerinci dilihat Senin (18/12/2023). (Foto: diri)

PELALAWAN (marwahkepri.com) – Pembangunan saluran primer dan box saluran air Kerinci Barat menuju Sungai Kerinci diduga menyimpang dari ketentuan dalam gambar. Padahal proyek tersebut memiliki anggaran Rp 2,5 miliar.

Bukan tanpa alasan, dugaan itu berdasarkan fakta di lapangan dimana lantai bawah box saluran air hanya dipasang 1 lapis besi. Dimana seharusnya dipasang besi 2 lapis.

Bahkan hal itu juga dibenarkan oleh Kepala Bidang Sumber Daya Air (Kabid SDA) Dinas PUPR Kabupaten Pelalawan, Latif Busroni, MT.

“Di lantai box itu besinya cuma satu lapis, seharusnya kan dua lapis,” ucap Latif saat ditemui wartawan, Senin (18/12/2023).

Kabid SDA mengaku bahwa pekerjaan itu belum dilakukan Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima namun pencairan termin primer yang diatas sudah 80 persen, sementara untuk primer yang di bawah 70 persen.

“Kalau kami belum ada bayar. Udah dibayar, tapi termin, bukan PHO. Yang atas sekitar delapan puluhan, yang bawah tujuh puluhan. Itu satu paket. Orang (kontraktor-red) udah minta-minta PHO, tapi kami suruh perbaiki,” ungkapnya.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (Kabid SDA) Dinas PUPR Kabupaten Pelalawan, Latif Busroni, MT ditemui awak media, Senin (18/12/2023). (Foto: diri)

Selain itu, dari pengamatan wartawan di lapangan, material besi yang digunakan bervariasi. Yang cukup mengejutkan, besi yang digunakan ada yang berukuran 8 mm padahal itu adalah box saluran air primer (induk).

Sementara itu pembentukan (rakitan) besi yang digunakan juga diduga asal jadi, pasalnya banyak terlihat besi U (leter U-red) yang berukuran tidak sejajar dan terlihat jelas panjang dan pendek.

Mengenai material, Latif Busroni enggan memberi keterangan jelas karena ia mengaku tidak mengetahui detail gambar pekerjaan itu.

“Saya nggak bisa jawab langsung karena saya nggak tau detail gambarnya, nanti tanya aja konsultan. Tapi kalau sejauh yang dikonfirmasi oleh konsultan, semua sudah diperingatkan termasuk yang di lantai box. Itu kan besi cuma 1 lapis, itu nanti mungkin nggak kita bayar atau hanya akan dibayar ya cuma besi 1 lapis,” sebutnya lagi.

Ia juga menuturkan bahwa yang terlihat tidak sesuai oleh konsultan saat mengawasi, maka akan diperintahkan untuk diperbaiki.

“Seharusnya kalau besi kolom misalnya pakai besi 12 mm, ya harus 12 semua. Kalau besi dindingnya misalnya pakai besi 10, ya besi 10 semua. Sejauh konsultan kami mengawasi, yang tertangkap sama konsultan, itu diperbaiki,” ujarnya.

“Itu masih kita pertimbangkan apakah dibayar, atau dibayar cuma besi 1 lapis, seharusnya kan 2 lapis, atau di nol kan nggak dibayar,” katanya.

Dalam kejadian ini, konsultan dan pihak dinas terkait yang juga memiliki fungsi pengawasan terkesan ‘abai’ dan diduga ada indikasi kesengajaan. MK-red

Redaktur: Munawir Sani

-
mgid.com, 846953, DIRECT, d4c29acad76ce94f