Cegah Pergaulan Bebas, Dinkes Natuna Kampanye ABAT kepada Pelajar

Kegiatan advokasi dan sosialisasi kebijakan perlindungan anak dan pencegahan perkawinan usia anak di kantor Bupati Natuna, Senin (4/12/2023).FOTO/NANG

NATUNA (marwahkepri.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten Natuna, tahun ini melaksanakan kampanye Aku Bangga Aku Tahu (ABAT) kepada plajar setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Melalui program ini, Dinkes menyampaikan  edukasi tiga materi pokok diantaranya, tentang kesehatan reproduksi, penyakit menular seksual (pms) dan narkoba.

Dengan terlaksananya kegiatan ini diharapkan dapat meminimalisir terjadinya pernikahan dini akibat pergaulan bebas, serta para siswa mengetahui akan bahaya PMS dan narkoba.

Kepala Dinkes Natuna Hikmat Aliansyah mengatakan, kegiatan sudah berjalan sejalan beberapa bulan lalu melalui Puskesmas yang ada di kecamatan.

Namun kata Hikmat, kegiatan ini sifatnya hanya memberikan pengetahuan, bukan untuk merubah perilaku siswa.

Untuk mengubah perilaku, membutuhkan proses panjang melalui tahapan penting yang namanya tahu, mau dan mampu.

“Kami baru sampai sebatas tau. Jadi anak sekolah itu tau apa saja yang boleh dan tidak  boleh dilakukan. Sementara untuk perubahan mau dan mampu, kita harus penyuluhan terus menerus,” sebutnya di kantor Bupati Natuna, Senin, 04 Desember 2023.

Ia menjelaskan, setiap turun ke sekolah pihaknya akan melakukan penilaian atau test,  baik sebelum dan sesudah penyampaian materi.

“Setelah kita menyampaikan materi, nilainya lebih bagus. Artinya mereka sudah memahami apa yang paparkan itu,” kata Hikmat usai rapat advokasi dan sosialisasi kebijakan perlindungan anak dan pencegahan perkawinan usia anak.

Meskipun sudah dilakukan berbagai program pencegahan, namun kasus kenakalan remaja masih saja terjadi.

“Kalau kasus kenakalan remaja sepertinya menurun walaupun dibeberapa tempat tetap ada kejadian karena memang faktor android juga berpengaruh karena sekarang banyak media, entah tiktok, YouTube, maupun media sosial lainnya yang bisa membuat mereka tertular,” pungkasnya.

Oleh karena itu, Untuk melakukan pencegahan, menurutnya selain melalui program pemerintah, orang tua dan guru memiliki peran sangat penting. Karena dalam kesehariannya, para remaja lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dan di sekolah.MK-nang

Redaktur : Munawir Sani