IFRAME SYNC

Wabup Natuna Kehendaki Program One Village One Product

Wakil Bupati Natuna Rodhial Huda, menyampaikan sambutan pada acara pelatihan pengelolaan desa pariwisata di Natuna Hotel belum lama ini. (Foto: nang)

NATUNA (marwahkepri.com) – Wakil Bupati Natuna Rodhial Huda, bersama Bupati Natuna menghendaki peningkatan ekonomi desa dengan pengembangan potensi lokal.

Menurutnya, membangun desa itu tidak hanya dengan infrastruktur. Akan tetapi bisa mengangkat perekonomian melalui program 1 desa 1 produk (one village one product).

One Village One Product adalah suatu pendekatan pengembangan potensi daerah di satu wilayah, untuk menghasilkan satu produk yang unik khas desa dengan memanfaatkan sumber daya lokal.

“Misalnya Desa Binjai, hari Sabtu-Minggu jual komoditinya seperti ketam (kepiting) bakau dan kerang. Buka seperti pasar kaget saja, jadi hidup ekonomi desa itu tiap Minggu. Nanti kami bisa bawa pegawai untuk belanja ke sana,” tutur Rodhial di Hotel Natuna, belum lama ini.

Tak hanya itu, menurut Rodhial dirinya juga telah meminta Bappeda untuk membuat 6 kriteria unggulan desa. Nantinya, desa-desa akan dibagi sesuai produk khasnya.

“Jadi nanti dikriteriakan mana desa yang jadi desa wisata, desa perikanan, peternakan, pertanian, dan campuran,” terangnya.

Sayangnya, ucap Rodhial, program 1 desa 1 produk ini tidak berjalan meskipun sudah lama dicanangkan. Begitu pula saat musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) tidak ada desa yang mengusulkan proyek ekonomi kerakyatan.

“Yang diusul parit, gorong-gorong, gedung, mungkin memang infrastruktur belum memadai. Tetapi kami lihat pembangunan berbasis ekonomi selalu belakangan bukan prioritas,” ungkapnya.

Lanjut Rodhial, untuk menjadikan Natuna sebagai wilayah maritim yang unggul, pengembangan ekonomi berbasis lokal perlu untuk dilakukan.

“Jangan latah membuat produk yang sama, kita mau jual spesifikasi setiap desa punya unggulan. Jadi nanti masyarakat atau wisatawan tau, jika mau beli ikan ke desa mana, kalau mau beli hasil pertanian ke desa apa. Tetapi jangan karena turis atau pejabat yang datang jualnya mahal, siapapun datang jualnya sama,” pintanya. MK-nang

Redaktur: Munawir Sani

IFRAME SYNC
-
mgid.com, 846953, DIRECT, d4c29acad76ce94f