IFRAME SYNC

Sekda Natuna Pimpin Rakor Kebutuhan Pascabencana

Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna selaku Ex Officio Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Natuna memimpin rapat koordinasi Tim Jitupasna (Pengkajian Kebutuhan Pascabencana) bertempat di ruang Rapat lantai 2 Bukit Arai, Selasa (5/9/2023). (Foto: humas)

NATUNA (marwahkepri.com) – Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna selaku Ex Officio Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Natuna memimpin rapat koordinasi Tim Jitupasna (Pengkajian Kebutuhan Pascabencana) bertempat di ruang Rapat lantai 2 Bukit Arai, Selasa (5/9/2023).

Dalam rakor ini juga tersambung BPBD Provinsi Kepri melalui Zoom meeting yang diwakili Mardiah.

Selanjutnya Kepala Pelaksana BPBD Natuna, Raja Darmika menjelaskan output yang ingin dihasilkan dalam rakor ini adalah mencoba untuk menghasilkan dokumen pascabencana berdasarkan lima sektor bisa dipenuhi.

Adapun ruang lingkup rehabilitasi dan rekonstruksi dan lima sektor pascabencana meliputi:
a. Sektor permukiman, merupakan perbaikan lingkungan daerah terdampak bencana, pemberian bantuan perbaikan rumah masyarakat, dan pembangunan kembali sarana sosial masyarakat;
b. Sektor infrastruktur, merupakan perbaikan dan peningkatan kembali prasarana dan sarana umum untuk pemulihan fungsi pelayanan publik seperti transportasi darat, laut, udara, pos, telekomunikasi, energi, sumber daya air, air bersih dan sanitasi;
c. Sektor ekonomi, merupakan pemulihan dan peningkatan ekonomi lokal, perdagangan dan pasar, usaha kecil dan menengah, pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan dan pariwisata;
d. Sektor sosial, merupakan pemulihan psikologis sosial, konstruksi sosial dan budaya, perbaikan dan peningkatan pelayanan kesehatan, pendidikan dan agama, pemulihan kearifan lokal dan tradisi masyarakat, pemulihan hubungan antara budaya dan keagamaan, serta membangkitkan kembali kehidupan sosial budaya masyarakat; dan
e. Lintas sektor, merupakan pemulihan kegiatan tata pemerintahan keuangan dan perbankan.

Rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana merupakan suatu dokumen perencanaan penyelenggaraan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang disusun untuk jangka waktu paling lama 3 tahun.

Selanjutnya Asisten 1 Pemkab Natuna menyampaikan keadaan Kecamatan Serasan pascabencana longsor. Adapun untuk sumber air di desa Air Ringau masih mengalami kendala akibat musim panas.

“Untuk masyarakat terdampak masih mendiami lokasi rumah lama sambil menunggu hunian tetap yang sedang dibangun selesai dan siap ditempati,” jelasnya.

Dari rakor ini juga diharapkan menjadi panduan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan dalam melaksanakan pengkajian pascabencana. MK-nang

Redaktur: Munawir Sani

IFRAME SYNC
-
mgid.com, 846953, DIRECT, d4c29acad76ce94f