IMG-20261012-WA0007

Bupati Natuna Cen Sui Lan menyampaikan amanat peringatan HUT ke-27 Kabupaten Natuna di Alun-alun Pantai Piwang, Ranai, Senin (12/10/2026). (f: nang)

NATUNA (marwahkepri.com) – Kendati berada dalam situasi keterbatasan fiskal, kabupaten Natuna menerima dukungan anggaran sebesar Rp 637,5 miliar melalui APBN dan APBD Provinsi Kepulauan Riau pada tahun 2026.

‎Hal ini disampaikan Bupati Natuna Cen Sui Lan, dalam amanatnya pada saat upacara peringatan hari jadi ke-27 kabupaten Natuna di alun-alun Pantai Piwang, Senin (12/10/2026).

‎Menurut Cen, dukungan anggaran tersebut merupakan hasil upaya pemerintah daerah dalam memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah pusat melalui kementerian dan lembaga, serta Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

‎Dukungan anggaran tersebut diarahkan untuk mendukung berbagai program pembangunan, meliputi infrastruktur, pendidikan, perikanan, pertanian, perumahan, ketahanan pangan, hingga peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

‎Adapun sejumlah proyek strategis yang dilaksanakan di Natuna pada tahun 2026 diantaranya :

‎1. Pembangunan Pasar JICA

‎Pembangunan pasar yang menjadi salah satu proyek strategis di Natuna tersebut mendapat alokasi anggaran sebesar Rp91.075.821.000 atau sekitar Rp91,08 miliar.

‎2. Kampung Nelayan Merah Putih

‎Program Kampung Nelayan Merah Putih direncanakan tersebar di 20 lokasi dengan pagu anggaran Rp95.731.241.000 atau sekitar Rp95,73 miliar. Program ini menjadi bagian dari dukungan pembangunan kawasan pesisir dan aktivitas masyarakat nelayan.

‎3. Revitalisasi 62 sekolah

‎Di bidang pendidikan, sebanyak 62 sekolah mendapatkan program revitalisasi yang terdiri atas 30 taman kanak-kanak (TK), 22 sekolah dasar (SD), dan 10 sekolah menengah pertama (SMP).

‎Total anggaran program tersebut mencapai Rp39.343.283.000 atau sekitar Rp39,34 miliar.

‎4. Pembangunan jalan Kelarik Hulu–Segeram

‎Pembangunan jalan Kelarik Hulu–Segeram mendapat alokasi anggaran sebesar Rp41,7 miliar. Infrastruktur jalan menjadi salah satu kebutuhan penting untuk mendukung konektivitas antar kawasan dan mobilitas masyarakat.

‎5. Pengaman pantai Kepala Tahap II

‎Pembangunan pengaman pantai di kawasan Kepala Tahap II mendapat anggaran Rp75,9 miliar. Program ini menjadi bagian dari pembangunan infrastruktur perlindungan kawasan pesisir.

‎6. Pembangunan irigasi dan rawa

‎Melalui kegiatan Inpres II Tahun 2026 bidang irigasi dan rawa, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp11 miliar untuk tiga lokasi, yakni Batubi di Kecamatan Bunguran Batubi, Tapau di Kecamatan Bunguran Tengah, dan Payak di Kecamatan Serasan Timur.

‎Selain itu, pembangunan bidang air baku dan air tanah di Batubi mendapat alokasi anggaran Rp4.987.497.000 atau sekitar Rp4,99 miliar.

‎7. Normalisasi sungai di delapan lokasi

‎Normalisasi sungai di Kabupaten Natuna dilaksanakan pada delapan lokasi dengan anggaran Rp1.955.280.000 atau sekitar Rp1,96 miliar.

‎Sejumlah sungai yang disebutkan dalam amanat bupati antara lain Sungai Limau Manis, Sungai Ranai Darat, Sungai Sihotang, Sungai Silas, dan Sungai Batu Hitam.

‎8. Perbaikan 393 rumah tidak layak huni

‎Pemerintah juga mengalokasikan anggaran Rp7,86 miliar untuk program perbaikan dan pemugaran 393 unit rumah tidak layak huni (RTLH).

‎Program tersebut ditujukan untuk membantu meningkatkan kualitas hunian masyarakat yang membutuhkan.

‎9. Pembangunan Sekolah Rakyat

‎Pembangunan Sekolah Rakyat menjadi salah satu program dengan nilai anggaran terbesar yang disampaikan dalam amanat tersebut, yakni Rp215.749.462.000 atau sekitar Rp215,75 miliar.

‎Program ini masuk dalam dukungan pembangunan bidang pendidikan dan diharapkan menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan pendidikan.

‎10. Gudang Bulog di tiga pulau

‎Dalam mendukung ketersediaan pangan, pembangunan gudang Bulog direncanakan tersebar di tiga lokasi, yaitu Pulau Laut, Midai, dan Serasan.

‎Keberadaan fasilitas tersebut menjadi penting bagi wilayah kepulauan yang menghadapi tantangan distribusi barang dan kebutuhan pokok antarpulau.

‎11. Hilirisasi kelapa dalam

‎Program hilirisasi kelapa dalam mencakup lahan seluas 350 hektare dengan anggaran Rp2.259.227.200 atau sekitar Rp2,26 miliar.

‎Program ini berkaitan dengan upaya mengembangkan potensi komoditas perkebunan agar memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

‎12. Pengembangan jaringan irigasi dan pertanian

‎Pembangunan jaringan irigasi air tanah mendapat alokasi Rp12 miliar.

‎Selain itu, pembangunan irigasi perpompaan, bangunan konservasi, dan jalan usaha tani di 11 lokasi mendapat anggaran Rp1.425.500.000 atau sekitar Rp1,43 miliar.

‎Dukungan tersebut diarahkan untuk menunjang aktivitas pertanian dan meningkatkan akses terhadap infrastruktur produksi.

‎13. Rehabilitasi Pelabuhan Selat Lampa

‎Rehabilitasi fasilitas Pelabuhan Selat Lampa mendapat anggaran Rp25.143.599.000 atau sekitar Rp25,14 miliar.

‎Selain rehabilitasi, terdapat pula pengadaan dan pemasangan dermaga apung berbahan high-density polyethylene (HDPE) di pelabuhan tersebut dengan anggaran Rp3.485.000.000 atau sekitar Rp3,49 miliar.

‎Pembangunan infrastruktur pelabuhan menjadi bagian penting dalam mendukung konektivitas, distribusi logistik, serta aktivitas ekonomi masyarakat kepulauan.

‎14. Pembangunan Jembatan Sekunyam–Pian Tengah

‎Pembangunan jembatan Sekunyam–Pian Tengah mendapat alokasi anggaran Rp7.918.000.000 atau sekitar Rp7,92 miliar.

‎15. Asuransi nelayan dan beasiswa

‎Pada sektor perlindungan sosial dan peningkatan sumber daya manusia, program asuransi nelayan memberikan perlindungan bagi 4.361 jiwa.

‎Sementara itu, program beasiswa putra-putri Natuna pada 2026 diberikan kepada 76 orang yang menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi terbaik.

‎Selain program-program tersebut, Cen juga menyampaikan adanya program Koperasi Desa Merah Putih yang tersebar di 77 desa/kelurahan.

‎Orang nomor satu di negeri Laut Sakti Rantau Bertuah, ini menegaskan bahwa berbagai dukungan anggaran dan program pembangunan tersebut harus dimanfaatkan secara optimal agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

‎Karenanya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan program, menjaga hasil pembangunan yang telah dicapai, serta berpartisipasi aktif dalam mengembangkan potensi daerah.

‎Menurutnya, pembangunan Natuna tidak dapat dilakukan oleh pemerintah daerah semata. Diperlukan sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, DPRD, instansi vertikal, dunia usaha, dan seluruh lapisan masyarakat.

‎Kebersamaan dan gotong royong, lanjutnya, menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan pembangunan, termasuk keterbatasan fiskal daerah.

‎Cen juga mengajak masyarakat menjaga persaudaraan dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dalam membangun daerah.

‎“Mari kita terus melangkah bersama, dengan keyakinan bahwa melalui kerja keras, kebersamaan, dan doa, Kabupaten Natuna akan semakin maju dan mampu memberikan kehidupan yang lebih baik bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang,” ujarnya.

‎Peringatan hari jadi ke-27 ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran atau banyaknya program yang direncanakan.

‎Lebih dari itu, manfaat yang dirasakan masyarakat, pemerataan pembangunan antarpulau, peningkatan kesempatan kerja, serta penguatan ekonomi di luar migas menjadi bagian penting dari pekerjaan yang harus terus diperjuangkan. MK-nang

Redaktur : Munawir Sani

‎