kabut-asap-kalbar-natuna-sekolah-serasan-diliburkan

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Natuna, Hikmat Aliansyah. (f: nang)

‎NATUNA (marwahkepri.com) – Pemerintah Kabupaten Natuna membuka kemungkinan meliburkan aktivitas sekolah di Kecamatan Serasan apabila kualitas udara akibat kabut asap kiriman dari Kalimantan Barat masuk dalam kategori buruk.
‎‎Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Natuna, Hikmat Aliansyah, mengatakan, untuk saat ini belum ada keputusan meliburkan sekolah karena kondisi kualitas udara di Serasan masih dalam kategori sedang.
‎
‎”Kalau kondisi sekarang belum. Karena kita juga perhitungan kualitas udara. Kalau memang itu sudah sangat mendesak kita akan liburkan, kalau kualitas udaranya belum masuk kategori buruk tidak akan kita lakukan tindakan meliburkan anak sekolah,” ujar Hikmat saat dikonfirmasi, Jumat (28/8/2026).
‎
‎Menurutnya, pemerintah daerah terus memantau perkembangan kualitas udara sekaligus berkoordinasi untuk mengantisipasi dampak kabut asap kiriman dari Kalimantan Barat.
‎
‎Hikmat mengatakan, Dinkes Natuna juga telah membagikan lebih dari 10 ribu masker ke sejumlah kecamatan. Pemberian masker diprioritaskan bagi masyarakat yang masuk kelompok berisiko.
‎
‎”Untuk masalah asap kiriman dari Kalimantan ini kita akan tetap berkoordinasi dan mencari solusi. Dan kita juga sudah bagi masker untuk masyarakat,” katanya.
‎
‎Ia berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga kabut asap yang masuk ke wilayah Natuna dapat berkurang.
‎
‎”Masker yang kita bagikan lebih dari 10 ribu, di beberapa kecamatan, sambil menunggu perkembangan selanjutnya bagaimana, mudah-mudahan dengan turunnya hujan imbas asap kebakaran dari Kalimantan juga menurun ke daerah kita,” ungkapnya.
‎
‎Khusus di Serasan, kondisi kabut asap disebut mulai mengalami penurunan. Namun, Dinkes tetap mewaspadai dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, terutama peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
‎
‎Hikmat menyebut, kasus ISPA di Serasan sempat meningkat dari enam kasus menjadi 34 kasus dalam sepekan terakhir.
‎
‎”Kondisi asap di Serasan kemarin sudah mulai menurun, walaupun sempat di Minggu lalu terjadi peningkatan kasus ISPA tadinya hanya 6 sekarang menjadi 34 tapi itu mungkin belum terlalu signifikan atau belum bisa diambil tindak sampai meliburkan anak sekolah,” jelasnya.
‎
‎Ia menegaskan, keputusan terkait peliburan sekolah akan mempertimbangkan hasil pemantauan kualitas udara dan perkembangan kondisi kesehatan masyarakat.
‎
‎”Kalau kualitas udara nanti masuk ke kategori buruk baru kita ambil tindakan meliburkan anak sekolah. Nanti kan teman-teman dari puskesmas melakukan pemantauan udara paling tidak seminggu sekali kalau saat ini terpantau masih kategori sedang. Tapi kalau masuk kategori buruk baru kita ambil tindakan,” tegas Hikmat.
‎
‎Pemerintah daerah mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan, untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi kabut asap kembali memburuk serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. MK-nang

Baca Juga:  PBSI Natuna Serahkan Hibah Karpet Badminton untuk Pulau Midai

Redaktur : Munawir Sani
‎
‎