10610590-5b43-403c-9a91-0c1aaa596bf5

Bupati Natuna, Cen Sui Lan, didampingi Wakil Bupati Jarmin menyerahkan bantuan untuk Petani nenas terdampak kebakaran lahan (karhutla) di desa Gunung Putri, Kecamatan Bunguran Batubi, Rabu (29/4/2026). (Foto: nang)

NATUNA (marwahkepri.com) – Petani nenas terdampak kebakaran lahan (karhutla) di desa Gunung Putri, Kecamatan Bunguran Batubi, mendapat bantuan dari pemerintah kabupaten (Pemkab) Natuna.

‎Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Natuna, Cen Sui Lan, didampingi Wakil Bupati Jarmin dan Kepala Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian (DKPP), Wan Syazali, pada Rabu, 29 April 2026.
‎
‎Adapun bantuan yang diserahkan berupa uang sebesar Rp 20 juta, 1 ton pupuk NPK mutiara dan 100 kilo gram pestisida merek dagang Furadan. Masing-masing petani mendapat bantuan sesuai dengan luas lahan terdampak.
‎
‎Sementara itu, petani penerima bantuan sebanyak 9 orang yang tergabung dalam 3 kelompok tani (Poktan) dengan luas lahan terdampak kebakaran sebanyak 3,85 hektar.
‎
‎Bupati Natuna, Cen Sui Lan, menegaskan komitmen Pemkab Natuna dalam membantu petani nenas yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
‎
‎“Kedatangan kami hari ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah kepada kelompok tani nenas yang terdampak kebakaran kemarin,” ujar Cen Sui Lan.
‎
‎Ia mengakui bahwa bantuan diberikan pemerintah belum mampu menutupi seluruh kerugian dialami petani. Meski demikian, ia berharap para petani tetap semangat dan tidak menyerah dalam melanjutkan aktivitas berkebun.
‎
‎“Kami menyadari bantuan ini tidak seberapa dan belum bisa menutup kerugian bapak ibu. Tapi kami berharap bapak ibu tidak putus asa dan tetap semangat berkebun,” lanjutnya.
‎
‎Sebagai bentuk dukungan lanjutan, Pemkab Natuna berkomitmen akan membantu kebutuhan pupuk bagi petani untuk menunjang proses pemulihan dan penanaman kembali.
‎
‎Cen Sui Lan juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan dalam menjaga lahan pertanian agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
‎
‎Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta aktif melaporkan jika menemukan indikasi pembakaran lahan.
‎
‎“Kejadian ini memang tidak kita harapkan. Tapi ke depan, mari kita jaga kebun dengan baik. Ayo sama-sama mengawasi dan segera laporkan jika ada yang melakukan pembakaran,” tegasnya.
‎
‎Salah seorang petani, Zubir, kepada awak media mengaku dirinya mengalami gagal panen akibat kebakaran naas melanda beberapa waktu lalu.
‎
‎”Kalau saya pribadi ada 10.000 batang. Harusnya 3 bulan lagi panen. Karena ada musibah kemarin jadi gagal panen,” ujarnya.
‎
‎Sebenarnya kata dia, kebakaran skala kecil sudah sering terjadi, namun kejadian tahun ini merupakan yang terparah hingga mengalami kerugian ratusan juta rupiah.
‎
‎Pada kesempatan itu, ia mengucapkan terimakasih kepada Pemda Natuna yang telah peduli dengan memberikan bantuan untuk meringankan beban petani. MK-nang

Baca Juga:  Kapal Pelni Batam-Jakarta Tak Terganggu Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Redaktur: Munawir Sani