dprd

Rapat paripurna istimewa DPRD Natuna dalam peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Natuna, Senin (12/10/2026). (Foto: nang)

‎NATUNA (marwahkepri.com) – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Natuna hingga triwulan II 2026 tercatat sebesar 9,51 persen dengan memasukkan sektor minyak dan gas bumi (migas). Namun, tanpa sektor tersebut, pertumbuhan ekonomi Natuna hanya mencapai 0,59 persen.
‎
‎Data itu disampaikan Bupati Natuna, Cen Sui Lan, dalam pidato peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Natuna pada rapat paripurna istimewa DPRD Natuna, Senin (12/10/2026).
‎
‎Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Natuna, Rusdi, tersebut dihadiri Wakil Bupati Natuna, unsur organisasi perangkat daerah (OPD), anggota DPRD, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.
‎
‎Dalam pidatonya, Cen menjelaskan bahwa peringatan hari jadi daerah tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk mengenang sejarah pembentukan Kabupaten Natuna, menghargai perjuangan para pendahulu, serta mengevaluasi capaian dan tantangan pembangunan.
‎
‎Ia menyampaikan apresiasi kepada para tokoh pembentukan daerah, mantan pemimpin pemerintahan, dan masyarakat yang telah berkontribusi dalam pembangunan Natuna.
‎
‎Menurut Cen, pembangunan yang dirasakan saat ini merupakan hasil kerja keras dan perjuangan berbagai pihak. Karena itu, persatuan dan semangat gotong royong perlu terus dipelihara untuk melanjutkan pembangunan daerah.
‎
‎Di tengah keterbatasan kemampuan fiskal, Pemerintah Kabupaten Natuna, kata dia, tetap berupaya menjalankan pembangunan di berbagai sektor, terutama infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi masyarakat.
‎
‎Keterbatasan anggaran, lanjutnya, perlu dihadapi melalui perencanaan yang terukur, penetapan prioritas, serta penguatan sinergi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.
‎
‎Dalam pidatonya, Cen turut memaparkan sejumlah indikator pembangunan Natuna sebagai bahan evaluasi untuk menentukan kebijakan ke depan.
‎
‎Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Natuna pada 2025 tercatat sebesar 78,94 poin. Capaian tersebut, menurutnya, perlu diikuti dengan pemerataan akses dan peningkatan kualitas pelayanan pendidikan serta kesehatan.
‎
‎Sementara itu, tingkat kemiskinan pada 2025 tercatat sebesar 4,81 persen atau turun 0,44 poin dibandingkan tahun sebelumnya.
‎
‎Cen menilai penurunan tersebut sebagai perkembangan positif. Meski demikian, upaya pengentasan kemiskinan harus terus diperkuat melalui program yang tepat sasaran, pemberdayaan masyarakat, dan perluasan kesempatan ekonomi.
‎
‎Dari sisi pemerataan pengeluaran masyarakat, rasio Gini Natuna pada 2025 tercatat sebesar 0,263 poin. Adapun Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada pada angka 3,98 persen pada tahun yang sama.
‎
‎Menurut Cen, persoalan ketenagakerjaan membutuhkan perhatian melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan keterampilan tenaga kerja, serta perluasan kesempatan kerja. Pengembangan usaha masyarakat dan optimalisasi potensi ekonomi lokal juga dinilai penting untuk membuka lapangan pekerjaan baru.
‎
‎Perbedaan pertumbuhan ekonomi dengan dan tanpa migas menjadi salah satu tantangan yang disoroti dalam pidato tersebut.
‎
‎Pertumbuhan ekonomi Natuna sebesar 9,51 persen hingga triwulan II 2026 tercatat setelah memasukkan sektor migas. Sementara pertumbuhan tanpa migas mencapai 0,59 persen, membaik dibandingkan tahun sebelumnya yang mengalami kontraksi sebesar 1,61 persen.
‎
‎Cen menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan, hingga penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
‎
‎Manfaat pembangunan, menurutnya, juga perlu dirasakan oleh nelayan, petani, pelaku usaha, serta kelompok masyarakat lainnya.
‎
‎Karena itu, penguatan sektor nonmigas menjadi salah satu pekerjaan penting bagi Natuna agar sumber pertumbuhan ekonomi semakin beragam dan tidak hanya bergantung pada sektor migas.
‎
‎Pemerintah Kabupaten Natuna berharap pertumbuhan ekonomi ke depan dapat berlangsung secara inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.
‎
‎Sementara itu, Ketua DPRD Natuna, Rusdi, menegaskan komitmen lembaganya untuk membangun komunikasi dan sinergi yang konstruktif dengan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan.
‎
‎Menurut Rusdi, pembangunan tidak dapat dilaksanakan oleh satu lembaga atau pihak saja. Diperlukan kebersamaan, gotong royong, kolaborasi, dan partisipasi masyarakat agar program pembangunan berjalan efektif serta memberikan manfaat sebesar-besarnya.
‎
‎Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi Natuna di tengah perubahan zaman, mulai dari transformasi digital, dinamika ekonomi, perkembangan teknologi, perubahan lingkungan, hingga tuntutan peningkatan kualitas pelayanan publik.
‎
‎”kita ingin agar kemajuan kabupaten natuna tidak hanya dapat dirasakan hari ini, tetapi juga menjadi fondasi yang kuat bagi anak cucu kita di masa yang akan datang,” pungkas Rusdi. (nang)

Baca Juga:  Polresta Tanjungpinang Ungkap 9 Kasus Narkotika selama Maret, Sita Sabu 92,47 Gram dan 256 Butir Ekstasi

Redaktur: Munawir Sani