c415ba7848b7a74b9c87cdecd5cd8262

Desain Museum dan Monumen Tugu Bahasa di Pulau Penyengat. (Foto: Dinas PUPP Kepri)

TANJUNGPINANG (marwahkepri.com) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mengalokasikan anggaran sebesar Rp 101 miliar untuk pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang. Proyek konstruksi tersebut direncanakan mulai dikerjakan pada 2026 dan berlanjut hingga 2027.

Rencana pembangunan tersebut tercantum dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dengan kode RUP 63203309.

Paket pekerjaan tersebut berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan Provinsi Kepri dengan nama paket “Pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang”.

Berdasarkan data SiRUP, anggaran proyek bersumber dari APBD Kepri Tahun 2026 dan 2027 dengan total pagu sebesar Rp 101 miliar.

“Sumber dana APBD 2026 sebesar Rp 30.800.000.000 dan APBD 2027 sebesar Rp 70.200.000.000, dengan total pagu Rp 101.000.000.000,” demikian keterangan yang tercantum dalam dokumen SiRUP.

Volume pekerjaan tercatat sebanyak satu paket dengan uraian pekerjaan berupa pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional Pulau Penyengat.

“Spesifikasi pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis dan RKS,” demikian keterangan dalam dokumen tersebut.

Baca Juga:  Wagub Nyanyang Minta Tambahan Armada di Pelabuhan RORO Punggur, Cegah Penumpukan Penumpang

Jenis pengadaan yang digunakan adalah pekerjaan konstruksi dengan metode pemilihan melalui sistem tender.

Berdasarkan jadwal yang tercantum, pemanfaatan barang dan jasa untuk proyek tersebut dimulai pada Juni hingga Desember 2026. Sementara proses pemilihan penyedia direncanakan berlangsung pada Juni 2026.

Paket pengadaan pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional Pulau Penyengat tersebut telah diumumkan melalui SiRUP pada 13 Januari 2026.

Pembangunan museum dan monumen ini diharapkan menjadi bagian dari upaya pelestarian sejarah dan perkembangan Bahasa Indonesia yang memiliki keterkaitan erat dengan Pulau Penyengat sebagai salah satu pusat kebudayaan Melayu di Kepulauan Riau. MK-YR

Redaktur: Munawir Sani