KM Bukit Raya menjadi moda transportasi laut andalan masyarakat Natuna. (Foto: dok)
NATUNA (marwahkepri.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI menunda pelaksanaan floating repair dan docking (FDR) KM Bukit Raya tahun 2026 atau menyediakan kapal pengganti.
Permohonan tersebut diajukan untuk mengantisipasi terganggunya akses transportasi laut saat libur sekolah yang diperkirakan mengalami peningkatan mobilitas penumpang dan distribusi barang.
Rencana docking kapal tersebut dijadwalkan berlangsung pada 25 Juni hingga 20 Juli 2026, bertepatan dengan masa libur sekolah yang diperkirakan akan meningkatkan aktivitas perjalanan masyarakat.
Bupati Natuna telah menyampaikan permohonan resmi melalui surat Nomor 500.11.2.5/78/UP.3/VI/2026 tertanggal 15 Juni 2026 yang ditujukan kepada Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub RI.
Dalam surat tersebut, Pemkab Natuna meminta agar pelaksanaan docking KM Bukit Raya pada jalur pelayaran Natuna dapat ditunda hingga dua sampai tiga trayek ke depan. Apabila penundaan tidak memungkinkan, Pemkab Natuna meminta pemerintah pusat menyediakan kapal pengganti selama proses docking berlangsung.
Permohonan tersebut juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Dukungan itu disampaikan melalui surat Gubernur Kepulauan Riau Nomor B/100.3.12.4/707/DISHUB-SET/2026 yang ditujukan kepada Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kemenhub RI.
Pemkab Natuna berharap langkah tersebut dapat menjaga kelancaran akses transportasi laut dari dan menuju Natuna, sekaligus mengantisipasi dampak yang ditimbulkan apabila layanan KM Bukit Raya berhenti sementara selama masa perawatan kapal.
Saat ini, Pemkab Natuna masih menunggu keputusan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub RI terkait permohonan tersebut. Selain itu, pemerintah daerah juga menunggu jadwal resmi pengoperasian KM Kalimutu dari PT PELNI yang direncanakan akan melayani jalur pelayaran dari dan ke Natuna selama masa docking berlangsung. MK-nang
Redaktur: Munawir Sani
