Rencana pembangunan gudang Bulog di wilayah terluar Kabupaten Natuna

Gudang Bulog Ranai, Natuna. (f: nang)

‎NATUNA (marwahkepri.com) – Pemerintah Kabupaten Natuna mengajukan pembangunan gudang Bulog di tiga kecamatan wilayah terluar guna memperkuat ketahanan dan stabilitas harga pangan.
‎
‎Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Natuna, Wan Syazali, mengatakan, pengajuan tersebut telah dibicarakan sejak tahun 2025 lalu bersama pihak Bulog.
‎
‎Disamping itu, pengajuan ini merupakan arahan Bupati Natuna Cen Sui Lan, pada saat kunjungan kerja ke Midai, Serasan, Subi dan pulau panjang.
‎
‎”Bupati menginstruksikan agar disampaikan ke Bulog pusat terkait kondisi daerah kita ini. Beliau khawatir suatu saat jika terjadi cuaca ekstrem, pasokan pangan ke daerah tersebut terputus,” ujar Wan Syazali, 4 Februari 2026.
‎
‎Karenanya, Pemda menilai keberadaan gudang Bulog sangat dibutuhkan, terutama di daerah perbatasan yang rentan terhadap gangguan distribusi.
‎
‎“Dari tahun 2025 kemarin dengan Bulog sudah kita bincang-bincang, cobalah kita bangun gudang Bulog di wilayah-wilayah terluar ini”.
‎
‎Ia menyebutkan, meski pasokan pangan selama ini masih dapat dipenuhi dari daerah seperti Kalimantan dan Tanjungpinang, ketersediaan di tingkat hilir tetap perlu diperkuat.
‎
‎“Ya kalau kita lihat sangat rentan juga. Memang ketahanan pangan kita okelah, ada dari Kalimantan, Tanjungpinang dan sebagainya. Tapi bagaimana dengan program pemerintah untuk sampai ke hilirnya mengenai ketersediaan pangan,” katanya.
‎
‎Usulan tersebut semakin menguat setelah kunjungan bersama Bupati Natuna beberapa waktu lalu. Menurutnya, keberadaan Bulog di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil merupakan bentuk kehadiran pemerintah pusat dalam menjamin kebutuhan dasar masyarakat.
‎
‎“Artinya keberadaan Bulog itu sangat kita butuhkan untuk ketersediaan di daerah terdepan, terluar dan terpencil, pemerintah pusat harus hadir,” tegasnya.
‎
‎Adapun tiga lokasi yang diajukan yakni Kecamatan Serasan, Kecamatan Pulau Laut, dan Kecamatan Midai. Untuk Serasan, gudang Bulog nantinya akan meng-cover empat kecamatan, yakni Serasan, Serasan Timur, Subi, dan Pulau Panjang.
‎
‎Menurutnya, wilayah-wilayah tersebut sangat rentan ketika memasuki musim cuaca ekstrem. Aktivitas nelayan terhenti, distribusi terganggu, dan harga bahan pokok cenderung naik.
‎
‎“Karena pada saat-saat musim cuaca ekstrem sangat rentan, nelayan gak bisa mancing, pastilah harga meningkat. Dengan adanya Bulog di sana akan menetralisir harga dengan beras SPHP-nya yang lebih murah daripada pasaran,” jelasnya.
‎
‎Pemda Natuna saat ini telah menyiapkan lahan seluas satu hektare di masing-masing kecamatan yang diusulkan. Sementara untuk kapasitas gudang, akan ditentukan oleh pihak Bulog berdasarkan jumlah penduduk dan kebutuhan beras di tiap wilayah.
‎
‎“MOU itu bahwa kita sudah siap menyediakan lahan. Dibutuhkan minimal 1 hektar. Kita hanya menyiapkan lahan, pembangunan mereka yang siapkan,” ujarnya.
‎
‎Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Bupati Natuna dan Bulog Pusat dijadwalkan berlangsung di Batam. Selain Natuna, daerah lain yang ikut dalam tahap pertama MoU tersebut adalah Lingga dan Anambas.
‎
‎“Peluang kita dapat ini sangat besar, karena kita daerah perbatasan. Insyallah tahun ini sudah proses,” ujarnya. MK-nang

Baca Juga:  38.500 Bibit Kelapa Disiapkan untuk 497 Petani Natuna

Redaktur : Munawir Sani