IMG_0756

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam menyoroti kondisi pasokan minyak goreng di Batam yang mulai mengalami tekanan. (Foto: pit)

BATAM (marwahkepri.com)  – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam menyoroti kondisi pasokan minyak goreng di Batam yang mulai mengalami tekanan.

Menurut Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Batam, Wahyu Daryatin, kondisi tersebut turut dipengaruhi kebijakan pemerintah pusat terkait distribusi dan kewajiban pemenuhan pasar domestik.

“Untuk minyak goreng, secara umum kebutuhan Batam masih terpenuhi. Tapi memang ada sedikit penurunan stok di lapangan,” katanya, Selasa (7/4/2026).

Ia menjelaskan Batam mendapatkan pasokan minyak goreng dari sejumlah produsen, baik lokal maupun luar daerah seperti Medan, Pekanbaru, dan Jakarta.

Wahyu menambahkan harga minyak goreng premium di pasaran saat ini bervariasi karena tidak memiliki harga eceran tertinggi (HET).

“Harga minyak premium saat ini di kisaran Rp 35 ribu sampai Rp 45 ribu per liter. Itu tergantung pasar karena tidak diatur HET,” ujarnya. MK-mun

Redaktur: Munawir Sani

Baca Juga:  Pemko Batam Pastikan Rumah Dinas Tetap Dirawat