Pemerintah Kabupaten Natuna bekerja sama dengan Bulog, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), serta sejumlah toko menggelar pasar pangan murah di Desa Tapau, Kecamatan Bunguran Tengah, Selasa (19/5/2026). (Foto: nang)
NATUNA (marwahkepri.com) – Pemerintah Kabupaten Natuna bekerja sama dengan Bulog, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), serta sejumlah toko menggelar pasar pangan murah di Desa Tapau, Kecamatan Bunguran Tengah, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan ini digelar sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN).
Bupati Natuna Cen Sui Lan mengatakan, antusias masyarakat terhadap pasar murah sangat tinggi. Bahkan, sebanyak 700 paket sembako murah disiapkan dalam kegiatan tersebut.
“Kita lihat hari ini antusias masyarakat sangat tinggi dengan adanya pasar murah ini. Total keseluruhan ada 700 paket sembako murah,” ujarnya.
Menurutnya, melalui program pasar murah tersebut masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibanding harga di pasaran.
“Melalui pasar murah ini kita membantu masyarakat dengan memberikan harga yang lebih terjangkau. Selisih harga bisa mencapai Rp5 ribu dibanding harga di pasaran,” katanya.
Ia menyebutkan, banyak warga yang tidak sempat datang langsung karena sedang bekerja di kebun maupun ladang. Namun, kebutuhan tetap dibelikan melalui keluarga maupun tetangga.
Cen Sui Lan mengatakan, program pasar murah akan terus diperluas ke seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Natuna agar semakin banyak masyarakat terbantu.
“Kegiatan seperti ini harus kita perbanyak supaya masyarakat bisa terbantu karena harga lebih murah akibat adanya subsidi pemerintah,” ungkapnya.
Ia juga mengaku telah mendata seluruh kecamatan yang nantinya akan menjadi lokasi pelaksanaan pasar murah berikutnya.
“Saya sudah mendata bagaimana supaya seluruh kecamatan akan kita gelar pasar murah ini,” tambahnya.
Sementara itu, salah seorang warga Desa Tapau, Sri Rahayu, mengaku sangat terbantu dengan adanya program pasar murah tersebut karena harga kebutuhan pokok jauh lebih murah dibanding harga normal di pasaran.
“Harga lebih murah. Telur satu papan biasanya Rp60 ribu di pasaran, di sini cuma Rp50 ribu. Beras biasanya Rp63 ribu, di sini Rp58 ribu. Minyak goreng biasanya Rp22 ribu, di sini cuma Rp15 ribu,” ujarnya.
Ia menambahkan, harga gula pasir dan tepung terigu juga mengalami selisih cukup besar.
“Gula biasanya Rp18 ribu sampai Rp20 ribu per kilo, di sini cuma Rp12 ribu. Tepung biasanya Rp18 ribu, di sini Rp15 ribu,” katanya. MK-nang
Redaktur: Munawir Sani
