Ibrahim Al Abrar, seorang siswa kelas 6 SD asal Boyolali, Jawa Tengah.(Dok. Pribadi)
Penghargaan berupa Letter of Recognition diberikan NASA pada Juli 2026 sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Ibrahim dalam membantu meningkatkan keamanan sistem informasi lembaga antariksa Amerika Serikat itu.
Kabar tersebut pertama kali dibagikan Ibrahim melalui akun pribadinya pada 13 Juli 2026. Siswa yang dikenal dengan nama pengguna “IbraCoding” itu mengaku pencapaian tersebut menjadi langkah awal untuk mewujudkan cita-citanya berkarier di bidang keamanan siber (cyber security).
Perjalanan Ibrahim mempelajari dunia teknologi dimulai secara otodidak. Ia belajar pemrograman (coding) melalui telepon genggam sebelum akhirnya menggunakan laptop untuk mengembangkan kemampuan teknisnya.
Temukan Celah Keamanan
Kerentanan yang ditemukan Ibrahim masuk dalam kategori Broken Link Hijacking, yaitu celah yang memungkinkan tautan yang sudah tidak aktif pada situs resmi dialihkan oleh pihak lain ke situs berbeda.
Jika dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, celah tersebut berpotensi digunakan untuk aksi penipuan maupun phishing dengan mengarahkan pengguna menuju halaman palsu yang menyerupai situs resmi.
Ibrahim kemudian melaporkan temuannya melalui platform Bugcrowd yang digunakan NASA dalam program Vulnerability Disclosure Policy (VDP).
Meski sempat beberapa kali ditolak karena dianggap memiliki kemiripan dengan laporan peneliti lain, temuannya akhirnya divalidasi dan dinyatakan memenuhi kriteria program keamanan NASA.
Belajar Secara Mandiri
Kemampuan teknis Ibrahim diperoleh melalui proses belajar mandiri dengan memanfaatkan berbagai video tutorial serta aktif mengikuti komunitas daring.
Ketekunannya mempelajari pemrograman membuatnya mampu mengidentifikasi kerentanan keamanan pada sistem berskala internasional.
Terima Apresiasi NASA
Dalam surat penghargaan yang ditandatangani Senior Agency Information Security Officer NASA, Kelvin Taylor, NASA menyampaikan apresiasi atas kontribusi Ibrahim dalam membantu menemukan kerentanan yang sebelumnya belum diketahui.
“Your reporting has facilitated NASA’s awareness of otherwise unknown vulnerabilities and helped us protect the integrity and availability of NASA information,” tulis Kelvin Taylor dalam surat penghargaan tersebut.
NASA juga menyatakan penghargaan diberikan karena Ibrahim menjalankan proses pelaporan secara bertanggung jawab sesuai pedoman yang berlaku.
Prestasi tersebut menambah daftar talenta muda Indonesia yang berhasil memperoleh pengakuan internasional di bidang teknologi informasi dan keamanan siber. MK-mi
Redaktur: Munawir Sani
