lionel-messiargentina-vs-cape-verdetimnas-argentinapiala-dunia-2026juara-bola-dunia-2026babak-16-besar-piala-dunia-2026

Messi Menangis usai Argentina Lolos Dramatis, Ronaldo Kembali Diseret Foto: Catherine Ivill - AMA/Getty Images

TEXAS (marwahkepri.com) – Lionel Messi tak kuasa menahan air mata setelah membawa Argentina meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Tangisan sang kapten usai pertandingan langsung menjadi sorotan publik dan memicu perbandingan dengan Cristiano Ronaldo di media sosial.

Argentina memastikan tiket ke perempat final setelah melakukan comeback luar biasa. La Albiceleste sempat tertinggal dua gol dari Mesir, sementara Messi juga gagal mengeksekusi penalti yang berhasil digagalkan kiper Mostafa Shobeir.

Di tengah tekanan besar, Messi bangkit dengan mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-83. Gol tersebut menjadi titik balik kebangkitan Argentina sebelum akhirnya memastikan kemenangan 3-2 dan melaju ke babak delapan besar.

Usai pertandingan, Messi terlihat menangis. Pemain berusia 39 tahun itu mengaku air matanya bukan semata karena kemenangan Argentina, melainkan rasa bersalah setelah gagal memanfaatkan peluang dari titik putih.

“Saya menangis karena merasa telah mengecewakan rekan-rekan setim karena penalti yang saya lewatkan, dan cara saya menendangnya,” ujar Messi.

Baca Juga:  5 Negara yang Pindahkan Ibu Kota, Indonesia hingga Mesir Bangun Pusat Pemerintahan Baru

Namun, ia bersyukur Argentina mampu bangkit dan membalikkan keadaan.

“Tapi syukurlah, Tuhan sekali lagi punya sesuatu yang spesial untuk saya di akhir. Saya sangat bahagia. Kami tidak ingin dan tidak pantas pulang. Grup ini benar-benar pantas melanjutkan. Kami tidak pernah menyerah, sama sekali. Tidak pernah,” lanjutnya.

Mesir yang diperkuat Mohamed Salah tampil mengejutkan sepanjang pertandingan dan mampu membuat juara bertahan berada dalam tekanan. Penampilan gemilang kiper Mostafa Shobeir, termasuk menggagalkan penalti Messi, sempat membuat Argentina berada di ambang tersingkir.

Meski demikian, pengalaman Argentina akhirnya menjadi pembeda. Mereka bangkit pada momen krusial dan memastikan langkah ke babak perempat final.

Tangisan Messi kemudian ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warganet membandingkannya dengan Cristiano Ronaldo yang juga menangis usai Portugal tersingkir dari Piala Dunia 2026.

Perbedaannya, Ronaldo menangis setelah Portugal gagal melaju ke babak berikutnya, sedangkan Messi menangis karena diliputi rasa bersalah atas penalti yang gagal sebelum akhirnya merasakan kelegaan setelah Argentina menang.

Baca Juga:  MUI Tegaskan Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005

Beragam komentar bermunculan di media sosial. Sebagian menganggap momen tersebut menunjukkan sisi manusiawi kedua legenda sepak bola dunia yang sama-sama telah memberikan segalanya bagi negara masing-masing.

Tak sedikit pula yang menilai perdebatan mengenai siapa pemain terbaik sepanjang masa (GOAT) menjadi kurang relevan setelah melihat perjuangan dan emosi yang ditunjukkan Messi maupun Ronaldo di penghujung karier internasional mereka. MK-mun

Redaktur : Munawir Sani