Tim mahasiswa Universitas Nusa Mandiri saat mengembangkan MEMORion Plus, game psikoedukasi yang lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa 2026. (f: nm)
JAKARTA (marwahkepri.com) – Universitas Nusa Mandiri (UNM) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim mahasiswa UNM berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026 pada skema PKM Karsa Cipta (PKM-KC) melalui inovasi game visual novel interaktif bertajuk MEMORion+, yang dirancang sebagai media psikoedukasi dan penguatan identitas diri bagi anak penderita Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).
Tim pengembang MEMORion+ dipimpin oleh Dini Fitriyah Herti dari Program Studi Sains Data, bersama anggota Guntur Surawijaya dari Sains Data serta Rivky Putra Setiawan dan Rizki Rasdiwiyanto dari Program Studi Informatika. Proyek inovatif ini mendapat pendampingan dari dosen Universitas Nusa Mandiri, Taopik Hidayat, M.Kom.
Program Kreativitas Mahasiswa merupakan program nasional yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia untuk mendorong lahirnya karya inovatif mahasiswa yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat melalui pendekatan ilmiah, teknologi, dan kreativitas.
Baca juga : Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN Baru, Ini Profil dan Rekam Jejak Lengkapnya
Melalui proposal yang berhasil memperoleh pendanaan, tim mahasiswa UNM mengembangkan MEMORion+, sebuah game visual novel interaktif yang bertujuan membantu anak-anak ADHD mengenali emosi, membangun identitas diri, meningkatkan kepercayaan diri, serta melatih kemampuan mengambil keputusan melalui pengalaman bermain yang edukatif dan adaptif.
Ketua tim, Dini Fitriyah Herti, menjelaskan bahwa pendekatan visual novel dipilih karena mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih personal dan menarik bagi anak-anak.
“Melalui MEMORion+, kami ingin menghadirkan media yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan dampak positif bagi anak-anak ADHD agar mereka merasa lebih dipahami, mampu mengenali emosi, dan menemukan potensi terbaik dalam dirinya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (3/6/2026).
Menurut Dini, masih terbatasnya media edukasi yang dirancang khusus untuk anak-anak ADHD menjadi salah satu alasan utama pengembangan aplikasi tersebut. Dengan memanfaatkan teknologi digital dan metode storytelling interaktif, pesan-pesan edukatif dapat disampaikan secara lebih efektif dan menyenangkan.
Dalam proses pengembangannya, tim melakukan berbagai riset terkait karakteristik anak ADHD, kebutuhan psikologis pengguna, desain antarmuka yang ramah anak, hingga penyusunan alur cerita yang mampu memberikan pengalaman emosional positif bagi pemain.
Setiap keputusan yang diambil pengguna dalam permainan akan memengaruhi perkembangan cerita sekaligus memberikan pembelajaran mengenai regulasi emosi, pengenalan diri, dan penguatan identitas secara bertahap.
Baca juga : Meta Resmi Luncurkan Instagram dan WhatsApp Berbayar, Tarif Mulai Rp 53 Ribu per Bulan
Dosen pembimbing, Taopik Hidayat, mengapresiasi kerja keras tim mahasiswa yang berhasil mengubah gagasan menjadi inovasi berbasis teknologi yang diakui secara nasional.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Nusa Mandiri mampu menghadirkan solusi berbasis teknologi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga memiliki nilai sosial yang tinggi. PKM bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah untuk melahirkan karya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap MEMORion+ dapat terus dikembangkan hingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi anak-anak ADHD di Indonesia.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri terus mendorong mahasiswa untuk menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat melalui berbagai program pembinaan, penelitian, dan pengembangan teknologi. Keberhasilan MEMORion+ menjadi bukti bahwa kolaborasi antara bidang teknologi, data, dan pendidikan mampu menghasilkan solusi kreatif yang berdampak sosial.
Dengan lolosnya pendanaan PKM-KC 2026, tim MEMORion+ akan melanjutkan pengembangan prototipe, penyempurnaan fitur interaktif, serta pengujian sistem agar dapat diimplementasikan secara optimal dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi anak-anak ADHD di Indonesia. MK-nm
Redaktur : Munawir Sani
