Pemerintah Amerika Serika (AS) melalui Konsulat untuk Sumatera, Lisa Podolny, menyalurkan bantuan untuk kabupaten Natuna, Senin, 13 April 2026, di Ranai. (Foto: nang)
NATUNA (marwahkepri.com) – Pemerintah Amerika Serika (AS) melalui Konsulat untuk Sumatera, Lisa Podolny, menyalurkan bantuan untuk kabupaten Natuna, Senin, 13 April 2026, di Ranai.
Bantuan tersebut berupa perlengkapan medis darurat untuk mendukung kesiapsiagaan bencana dan teknologi pendidikan guna menunjang proses belajar mengajar.
Adapun total bantuan sebesar $ 75.000 atau setara dengan Rp 1,1 miliar yang disalurkan melalui program Overseas Humanitarian, Disaster, and Civic Aid (OHDACA).
Penyaluran bantuan dilakukan di tiga lokasi berbeda, pertama di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), SMAN 2 Bunguran Timur dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Natuna.
Saat menyerahkan bantuan di BPBD Natuna, Lisa Podolny, mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari komitmen yang sebelumnya disampaikan oleh Kuasa Usaha Kedutaan Besar Amerika Serikat, Peter M. Haymond, saat melakukan kunjungan ke Natuna pada Februari 2026.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Freedom 250 Roadshow, yang digelar dalam rangka memperingati 250 tahun berdirinya Amerika Serikat.
“Bantuan yang kita serahkan hari untuk BPBD Natuna berupa peralatan pertolongan pertama (medical supplyer) senilai 23 ribu dollar Amerika,” ujar Lisa Podolny.
“Harapan kami dengan adanya alat-alat ini bisa membantu Natuna untuk lebih siap dalam menghadapi situasi bencana,” katanya.
Melalui program ini, Pemerintah Amerika Serikat menegaskan komitmennya dalam memperkuat hubungan bilateral dengan Indonesia, khususnya dalam kerangka Kemitraan Strategis Komprehensif.
Selain itu, bantuan ini juga mencerminkan fokus Amerika Serikat dalam menyalurkan dukungan ke wilayah-wilayah prioritas di kawasan Asia, termasuk daerah perbatasan seperti Natuna.
Kepala Pelaksana BPBD Natuna, Raja Darmika, mengucapkan terimakasih kepada pemerintah Amerika yang telah memberikan bantuan peralatan untuk Natuna.
Ia berharap bantuan seperti ini tidak berhenti sampai disini saja, karena Natuna merupakan daerah kepulauan yang nota benenya daerahnya jauh dari jangkauan.
”Petugas kita perlu dukungan peralatan memadai. Mudah-mudahan kedepannya bisa kerjasama lebih baik lagi,” katanya. MK-nang
Redaktur: Munawir Sani
