Kemendikdasmen melakukan penandatanganan naskah perjanjian kerja sama (PKS) strategis dengan kementerian/lembaga dan sejumlah mitra industri pada Jumat (6/3) di Jakarta.
JAKARTA (marwahkepri.com) – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri guna memastikan lulusan pendidikan vokasi memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menjalin kerja sama strategis dengan sejumlah kementerian/lembaga serta mitra industri.
Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut dilaksanakan di Jakarta pada Jumat (6/3/2026) sebagai langkah konkret dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang mampu menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat menegaskan bahwa kolaborasi dengan dunia industri merupakan kunci utama dalam pengembangan pendidikan vokasi.
Menurutnya, pendidikan vokasi memiliki karakteristik yang berfokus pada penguatan kompetensi sehingga dapat melahirkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta dinamika dunia kerja.
“Kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan dengan para mitra menjadi langkah penting untuk memastikan pendidikan vokasi mampu menghasilkan lulusan yang siap berkarya dan berkontribusi,” ujar Atip.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan keterampilan melalui program upskilling dan reskilling, agar peserta didik maupun tenaga pendidik dapat terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK Tatang Muttaqin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam kerja sama tersebut.
Dalam kesempatan itu, Kemendikdasmen menandatangani perjanjian kerja sama dengan sejumlah lembaga dan perusahaan, di antaranya BPSDM Kementerian Kehutanan, PT Traspac, PT Martha Beauty Gallery, United Tractors, Universitas Hasanuddin, serta PT Gamecomm Indonesia Network.
Tatang menegaskan bahwa kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya sebatas penandatanganan dokumen, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata dalam mendukung penguatan pendidikan vokasi di Indonesia.
“Kerja sama ini tidak hanya untuk memperkuat SMK, tetapi juga lembaga pendidikan lainnya seperti SLB, PKBM, serta peningkatan kompetensi guru vokasi,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa salah satu tantangan dalam pengembangan pendidikan vokasi saat ini adalah keterbatasan jumlah guru produktif.
Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya mendorong peningkatan kapasitas tenaga pengajar melalui program pelatihan yang dilaksanakan oleh unit pelaksana teknis (UPT) atau balai pengembangan penjaminan mutu pendidikan vokasi.
Selain itu, kolaborasi dengan industri juga memungkinkan pemanfaatan fasilitas teknologi yang lebih canggih sehingga dapat menunjang proses pembelajaran.
Dirjen Tatang menambahkan bahwa pada tahun ini pihaknya juga mendorong program magang bagi widyaiswara tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri.
Diharapkan pengalaman tersebut dapat meningkatkan kualitas pengajaran serta mempersiapkan lulusan pendidikan vokasi yang mampu bersaing di pasar kerja global.
Kerja sama ini juga disambut positif oleh pihak sekolah. Kepala SMKN 11 Semarang, Imro’atul Azizah, menyebut kolaborasi antara pemerintah dan industri membuka peluang besar bagi sekolah vokasi dalam menyiapkan SDM yang lebih unggul.
Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja di sektor industri kreatif, khususnya di bidang gim, terus meningkat.
“Harapannya dari kerja sama ini akan lahir talenta-talenta muda kreatif yang mampu bersaing dan membawa nama Indonesia di industri gim,” ujarnya.
Melalui kemitraan strategis tersebut, pemerintah berharap ekosistem pendidikan vokasi di Indonesia dapat semakin adaptif, inovatif, serta responsif terhadap perkembangan zaman.
Dengan demikian, lulusan pendidikan vokasi diharapkan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha serta berkontribusi bagi pembangunan nasional.(*)
KEMENDIKDASMEN
