Foto: Rifkianto Nugroho/detikFoto
JAKARTA (marwahkepri.com) – Kecelakaan tragis yang terjadi di Bekasi pada Senin malam menelan korban jiwa dan puluhan korban luka. Pihak PT Kereta Api Indonesia mencatat sebanyak 7 orang meninggal dunia dan 81 lainnya mengalami luka-luka.
Namun di tengah duka, muncul fenomena yang mengundang keprihatinan: banyak warganet membagikan foto dan video kondisi korban di lokasi kejadian.
Padahal, tindakan ini dinilai berbahaya secara psikologis.
Psikolog klinis Nuzulia Rahma Tristinarum mengingatkan bahwa penyebaran gambar korban, terutama yang menunjukkan kondisi mengenaskan, dapat memicu kecemasan bagi siapa pun yang melihatnya.
“Foto dengan kondisi darah atau luka parah bisa menjadi trigger kecemasan,” ujarnya.
Dampaknya tidak hanya dirasakan publik, tetapi juga keluarga korban.
Psikolog klinis Veronica Adesla menjelaskan bahwa keluarga yang sedang berduka bisa mengalami tekanan emosional yang lebih berat jika melihat gambar tersebut tersebar luas.
Mulai dari kesedihan mendalam, kemarahan, hingga trauma berkepanjangan bisa muncul akibat paparan tersebut.
“Keluarga korban saat ini sedang dalam kondisi shock. Penyebaran konten seperti itu bisa memperparah luka emosional mereka,” jelasnya.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terutama saat terjadi tragedi.
Menghentikan penyebaran foto dan video korban bukan hanya soal etika, tetapi juga bentuk empati terhadap mereka yang sedang berduka. MK-dtc
Redaktur : Munawir Sani
