Sidak dan razia kamar hunian warga binaan di Lapas Batam.

Kakanwil Ditjenpas Kepulauan Riau berfoto bersama jajaran petugas Lapas Batam usai melakukan sidak dan razia kamar hunian warga binaan. (f: hum)

BATAM (marwahkepri.com) – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Riau, Aris Munandar, melakukan inspeksi mendadak (sidak) sekaligus razia kamar hunian di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Batam.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan sekaligus memastikan keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan tetap terjaga.

Dalam sidak tersebut, Aris Munandar bersama jajaran petugas memeriksa langsung sejumlah blok hunian warga binaan. Pemeriksaan difokuskan pada pencarian barang-barang terlarang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam lapas.

Menurutnya, kegiatan sidak dan razia merupakan langkah preventif yang rutin dilaksanakan untuk mencegah peredaran barang terlarang di dalam lapas serta memastikan pelaksanaan tugas pemasyarakatan berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur.

Selain melakukan razia, Kakanwil juga memberikan arahan kepada seluruh petugas agar terus meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat pengawasan di lingkungan lapas.

Ia menekankan pentingnya menjaga integritas dalam menjalankan tugas guna mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif.

Sementara itu, Kepala Lapas Batam, Yosafat Rizanto, menyampaikan pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan serta memperkuat sinergi antarpetugas dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas.

Baca Juga:  Amsakar: Budaya Melayu Bisa Jadi Kekuatan Wisata dan Identitas Batam

Menurutnya, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan kondisi Lapas Batam tetap aman menjelang libur Idul Fitri 1447 Hijriah.

Melalui kegiatan sidak dan razia ini diharapkan seluruh jajaran petugas semakin memperkuat komitmen dalam memberantas peredaran barang terlarang serta mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas. MK-mun

Redaktur : Munawir Sani