justin-gaethje-kalahkan-ilia-topuria-ufc-freedom-250

Justin Gaethje dengan sabuk juaranya. (Foto: Getty Images/Andrew Harnik)

JAKARTA (marwahkepri.com) – Petarung Amerika Serikat, Justin Gaethje, berhasil merebut sabuk juara kelas ringan UFC setelah mengalahkan Ilia Topuria dalam laga utama UFC Freedom 250 yang berlangsung di UFC White House, Senin (15/6/2026) WIB.

Gaethje meraih kemenangan melalui technical knockout (TKO) pada ronde keempat setelah Topuria dinyatakan tidak mampu melanjutkan pertandingan akibat cedera serius yang dialaminya selama duel berlangsung.

Kemenangan ini sekaligus mengakhiri dominasi Topuria yang sebelumnya memegang status juara dunia ganda UFC di kelas bulu dan kelas ringan.

Sebelum pertarungan tersebut, Topuria datang dengan rekor sempurna 17 kemenangan tanpa kekalahan sepanjang karier profesionalnya di dunia mixed martial arts (MMA).

Namun catatan impresif itu harus berakhir di tangan Gaethje yang tampil agresif dan efektif sepanjang pertarungan.

Bagi Gaethje, kemenangan ini menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya. Sebelum menghadapi Topuria, petarung berjuluk “The Highlight” itu memiliki rekor 22 kemenangan dan lima kekalahan.

Menariknya, seluruh kekalahan yang pernah dialami Gaethje datang dari petarung elite yang berstatus juara atau mantan juara UFC.

Ia pernah dikalahkan oleh Eddie Alvarez pada 2018, kemudian oleh Dustin Poirier di tahun yang sama.

Gaethje juga sempat takluk dari legenda UFC, Khabib Nurmagomedov, yang saat itu masih menyandang sabuk juara kelas ringan.

Selain itu, ia pernah kalah dari Charles Oliveira pada 2022.

Dengan kemenangan atas Topuria, Gaethje kini resmi menjadi penguasa baru divisi kelas ringan UFC sekaligus menambah daftar prestasi gemilang dalam kariernya di organisasi MMA terbesar dunia tersebut. MK-dtc

Redaktur : Munawir Sani