ayi-solehudin-ditemukan-gunung-salak.jpg

Ayi Solehudin ditemukan warga dalam kondisi lemah di kawasan Gunung Salak. (f: ist)

SUKABUMI(marwahkepri.com) – Warga dihebohkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi lemah dan linglung di kawasan lereng Gunung Salak, Kabupaten Sukabumi. Kisah tersebut menjadi viral setelah video proses evakuasinya beredar luas di media sosial dan aplikasi perpesanan.

Belakangan diketahui bahwa pria tersebut adalah Ayi Solehudin (50), warga Kampung Subela, Desa Sukajadi, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, yang dilaporkan hilang sejak sekitar tiga tahun lalu.

Peristiwa penemuan Ayi terjadi pada Senin (25/5/2026) ketika sejumlah warga sedang memeriksa saluran air di kawasan hutan dekat jalur pendakian ilegal Gunung Salak. Saat ditemukan, kondisi korban sangat memprihatinkan dan hampir tidak sadarkan diri.

Tubuhnya tampak kurus dan lemah setelah berada dalam waktu yang belum diketahui di area bebatuan sungai. Warga yang menemukan korban kemudian memberikan makanan ringan untuk membantu memulihkan tenaganya sebelum proses evakuasi dilakukan.

Video yang beredar memperlihatkan Ayi duduk lemas di atas batu sambil berusaha membuka bungkus makanan. Penampilannya yang lusuh dan sulit berkomunikasi memunculkan perhatian luas dari masyarakat.

Relawan Ambulans Sukabumi Bersatu (ASB), Muh Irfan Maulana, mengatakan korban tampak mengalami kondisi syok dan kesulitan merespons pertanyaan saat pertama kali ditemukan.

Menurut Irfan, komunikasi dengan korban berlangsung lambat karena kondisinya yang sangat lemah. Ia menggambarkan korban seperti orang yang linglung akibat kelelahan ekstrem.

Proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena medan yang curam dan licin. Warga bersama relawan terpaksa membuat tandu darurat menggunakan batang kayu dan sarung untuk membawa korban keluar dari lokasi penemuan.

Tim penyelamat juga harus membuka jalur baru dengan membabat semak belukar karena akses melalui aliran sungai dinilai terlalu berbahaya untuk dilalui sambil membawa korban.

Karena tidak ditemukan identitas apa pun pada tubuh korban, petugas kemudian membawanya ke Kantor Kecamatan Cicurug untuk dilakukan proses identifikasi. Melalui pemindaian retina mata dan sidik jari, identitas korban akhirnya berhasil diketahui.

Hasil identifikasi mengungkap bahwa pria tersebut adalah Ayi Solehudin, warga Kabupaten Cianjur yang telah lama dilaporkan hilang oleh keluarganya.

Setelah identitasnya dipastikan, pihak keluarga segera dihubungi dan datang menjemput korban. Pada malam yang sama, Ayi dibawa pulang ke Cianjur menggunakan ambulans untuk mendapatkan perawatan dan berkumpul kembali bersama keluarganya.

Penemuan ini sekaligus mengakhiri misteri hilangnya Ayi Solehudin yang selama bertahun-tahun menjadi tanda tanya bagi keluarganya. MK-dtc

Redaktur : Munawir Sani