Kepala Dinas Pendidikan Natuna Hendra Kusuma ditemui usai upacara peringatan Hardiknas ke-67 di halaman Kantor Bupati Natuna, Senin (4/5/2026). (Foto: nang)
NATUNA (marwahkepri.com) – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna, Hendra Kusuma, menegaskan komitmen pemerataan kualitas pendidikan melalui digitalisasi pembelajaran pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 di halaman Kantor Bupati Natuna, Senin (4/5/2026).
“Di usia ke-67 ini, kita berharap dunia pendidikan, khususnya di Natuna, semakin maju. Program pemerintah pusat harus bisa diselaraskan dengan kebutuhan daerah,” ujarnya usai upacara.
Hendra menyebut Natuna masih menghadapi keterbatasan akses, fasilitas, dan sumber daya pendidikan. Namun ia menegaskan anak-anak Natuna memiliki potensi yang sama dan harus mendapatkan dukungan agar mampu bersaing dengan daerah lain.
“Kita ingin anak-anak di daerah terluar seperti Natuna tidak kalah bersaing dengan anak-anak di kota. Mereka punya potensi sama, hanya perlu didukung dengan fasilitas dan sistem yang tepat,” tegasnya.
Ia menjelaskan, digitalisasi pembelajaran menjadi salah satu langkah utama dalam mendorong pemerataan pendidikan. Program pemerintah pusat yang menghadirkan perangkat pendukung pembelajaran seperti papan pintar (smart board) dinilai dapat memperluas akses pendidikan secara merata.
“Dengan digitalisasi pembelajaran, platformnya sama dari pusat hingga pelosok desa. Semua bisa mengakses materi yang sama. Ini peluang besar bagi anak-anak kita untuk berkembang,” jelasnya.
Hendra menambahkan, pemanfaatan teknologi di bidang pendidikan juga harus dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia, terutama guru, agar dapat menggunakan teknologi secara maksimal.
Selain pelaksanaan upacara di ibu kota kabupaten, Dinas Pendidikan Natuna bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) juga menggelar upacara Hardiknas di SMP Negeri 2 Bunguran Timur Laut, Desa Pengadah, pada 2 Mei 2026.
“Kami berkolaborasi dengan PGRI untuk memastikan semangat Hardiknas dirasakan langsung di sekolah-sekolah, termasuk di kecamatan,” ungkap Hendra.
Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan semangat pendidikan hingga ke wilayah kecamatan dan desa, dengan tetap melalui koordinasi bersama pimpinan daerah. MK-nang
Redaktur: Munawir Sani
