Screenshot_20260921_155332

LINGGA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Desa Kudung, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Di tengah kobaran api yang mengancam meluas, PT Citra Sugi Aditya (CSA) ikut turun tangan membantu proses pemadaman bersama tim gabungan.

Kebakaran yang mulai terjadi sejak 22 Agustus 2026 itu diperkirakan telah membakar sekitar 32 hektare lahan. Penanganan di lapangan melibatkan Pemerintah Daerah, BPBD, TNI, Kepolisian, pemerintah desa, masyarakat, serta pihak perusahaan.

Menariknya, meski kawasan kebakaran berada di sekitar areal yang berdekatan dengan areal izin PT CSA (KKPR), tetap mengerahkan sumber daya yang dimiliki untuk membantu pengendalian api.

Bukan sekadar mengirim bantuan, perusahaan menurunkan personel, alat berat hingga berbagai peralatan pemadaman ke lokasi. Pada siang hari, sebanyak 75 karyawan dikerahkan untuk melakukan pemadaman api sementara 18 karyawan lainnya ditempatkan untuk patroli dan siaga karhutla di sejumlah titik yang dianggap rawan.

Dukungan personel juga berlanjut hingga malam hari. PT CSA mengerahkan 22 karyawan untuk pemadaman pada malam hari, serta menugaskan 36 karyawan melakukan patroli malam dan siaga karhutla guna mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Baca Juga:  Kapal Pompong KLM Putra Natuna Bocor di Perairan Serasan, Empat Awak Berhasil Diselamatkan

Selain tenaga manusia, alat berat turut digunakan untuk membuat parit pembatas guna menghambat pergerakan api dan mencegah kebakaran semakin meluas. Pemantauan juga dilakukan menggunakan drone untuk melihat perkembangan kondisi kebakaran dari udara.

Pemanfaatan drone membantu tim di lapangan memetakan titik-titik yang masih berpotensi terbakar, sekaligus memantau perkembangan api di kawasan yang sulit dijangkau secara langsung.

Tak berhenti pada upaya pemadaman, penjagaan dan pemantauan dilakukan secara berkelanjutan, termasuk pada malam hari. Sejumlah peralatan lain, termasuk mesin robin, turut dikerahkan untuk mendukung proses pemadaman dan memastikan titik-titik api dapat ditangani.

Kepala Desa Kudung, Amran, mewakili pemerintah desa dan masyarakat menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penanganan karhutla tersebut.

“Terima kasih banyak kepada semua pihak, Pemerintah Daerah, BPBD, TNI dan Kepolisian, serta khususnya PT CSA yang telah bersusah payah ikut membantu mengatasi pemadaman api atau kebakaran di wilayah Desa Kudung sejak awal kejadian hingga saat ini,” ujar Amran, Sabtu (19/09/2026).

Baca Juga:  Datang sebagai Debutan! BS Squad VC Menjelma Kuda Hitam di Merawang Cup III, Piala Gubernur-Wagub Kepri Dibawa Pulang

Menurut Amran, penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama karena kondisi kebakaran tidak cukup diatasi hanya dengan satu pihak. Dukungan personel, peralatan, pemantauan dan koordinasi menjadi bagian penting untuk mengendalikan api.

Keterlibatan PT CSA menjadi salah satu bentuk dukungan dunia usaha dalam penanganan kebakaran di wilayah sekitar aktivitas perusahaan. Perusahaan bersama unsur pemerintah, aparat dan masyarakat terus melakukan upaya pemadaman serta pemantauan untuk mencegah munculnya kembali titik api.

Di tengah kondisi karhutla yang masih membutuhkan kewaspadaan, kolaborasi lintas pihak menjadi kunci. Pemerintah dan aparat bergerak, masyarakat ikut membantu, sementara dukungan perusahaan turut memperkuat sumber daya di lapangan.

Dengan pengerahan personel secara bergantian pada siang dan malam hari, ditambah dukungan alat berat, drone dan peralatan pemadaman, upaya pengendalian terus dilakukan untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah api kembali menjalar ke kawasan yang lebih luas. (mk/willy)