Trofi Piala Dunia FIFA menjadi incaran 48 negara peserta yang berlaga pada Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. (f: ai)
JAKARTA (marwahkepri.com) – Federasi Sepak Bola Internasional atau FIFA menjadi sorotan setelah dinilai menerapkan standar ganda dalam penentuan status tuan rumah Piala Dunia. Perbandingan muncul antara pencabutan status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 dan tetap dipertahankannya Amerika Serikat sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026 meski terjadi ketegangan dengan Iran.
Indonesia sebelumnya ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Namun, status tersebut dicabut FIFA setelah muncul penolakan terhadap kehadiran Timnas Israel yang lolos ke putaran final turnamen.
Saat itu, sejumlah pihak menolak kedatangan Israel ke Indonesia karena isu Palestina dan tidak adanya hubungan diplomatik antara kedua negara. Situasi tersebut kemudian membuat FIFA membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah dan memindahkan penyelenggaraan turnamen ke negara lain.
Meski demikian, Indonesia kemudian dipercaya menjadi tuan rumah FIFA U-17 World Cup 2023 setelah menggantikan Peru.
Kini, kontroversi serupa mencuat menjelang bergulirnya FIFA World Cup 2026 yang digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Ketegangan politik antara Amerika Serikat dan Iran memunculkan berbagai kendala bagi Timnas Iran. Beberapa staf Iran dilaporkan mengalami kesulitan memperoleh visa masuk ke Amerika Serikat.
Selain itu, Iran disebut harus menjadikan Meksiko sebagai basis selama turnamen berlangsung meski sebagian pertandingan dijadwalkan berlangsung di wilayah Amerika Serikat. Tim berjuluk Team Melli itu juga dikabarkan harus meninggalkan Amerika Serikat segera setelah menyelesaikan pertandingan.
Situasi tersebut memicu kritik terhadap FIFA karena tidak mengambil langkah serupa seperti yang pernah dilakukan terhadap Indonesia pada 2023.
Media Inggris, BBC, turut menyoroti perbedaan perlakuan FIFA dalam dua kasus tersebut. Dalam laporannya, BBC membandingkan keputusan FIFA terhadap Indonesia dengan sikap organisasi itu dalam menghadapi persoalan yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa faktor keamanan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan turnamen internasional.
“Dunia saat ini adalah dunia yang sangat agresif dan keamanan berada di atas segalanya,” ujar Infantino seperti dikutip BBC.
Ia menambahkan bahwa FIFA bukanlah lembaga yang memiliki kewenangan mengatur kebijakan pemerintah maupun aparat keamanan suatu negara.
“Kami adalah organisasi olahraga. Kami mencoba melakukan yang terbaik dengan kemampuan dan sarana yang kami miliki,” katanya.
Piala Dunia 2026 resmi dimulai pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Laga pembuka mempertemukan tuan rumah Tim Nasional Meksiko melawan Tim Nasional Afrika Selatan di Estadio Azteca, Mexico City. MK-mun
Redaktur : Munawir Sani
