toko-emas-di-jalan-somba-opu-makassar-terbakar-diduga-dilempari-bom-molotov-1770880355595_169

Toko emas di Jalan Somba Opu Makassar dibakar perempuan yang hendak merampok perhiasan. (dok. Istimewa)

MAKASSAR (marwahkepri.com) – Seorang perempuan berinisial SU (41) nekat membakar toko emas di Jalan Somba Opu, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (12/2) sekitar pukul 13.30 Wita. Aksi pembakaran tersebut diduga menjadi modus pelaku untuk mencuri sejumlah perhiasan emas dengan nilai mencapai sekitar Rp 2 miliar.

Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana mengungkapkan, pelaku yang berasal dari Kabupaten Bantaeng datang seorang diri ke lokasi dengan rencana melakukan pencurian.

“Pelaku dari awal dari rumahnya di Bantaeng berjalan menuju ke toko ini untuk niat jahat melakukan pencurian dengan modus melakukan pembakaran di toko emas,” ungkap Kombes Arya seperti dilansir dari detik.com, Kamis (12/2/2026).

Sebelum melancarkan aksinya, pelaku terlebih dahulu berpura-pura menjadi pembeli. Ia meminta melihat sejumlah perhiasan dan sempat memfoto barang tersebut dengan alasan akan mengirimkan gambar kepada suaminya.

“Pelaku datang karena ingin membeli emas tujuannya begitu, lalu diterima pegawai sana. Setelah itu emas terkumpul ke wadah, lalu difoto ingin dikirim ke suaminya,” tuturnya.

Saat pemilik toko melarang pelaku mengambil foto, perempuan tersebut tiba-tiba mengeluarkan botol plastik berisi bensin yang telah dipersiapkan sebelumnya.
“Jadi dia sudah sudah membawa botol air mineral itu diisi dengan minyak, ketika (perhiasan emas) terkumpul dalam satu wadah, lalu dibakarlah di tempat tersebut,” beber Arya.

Api disulut menggunakan korek dan botol hanya dijatuhkan ke lantai hingga memicu kepanikan di dalam toko. Dalam kondisi tersebut, pelaku membawa kabur perhiasan emas yang ada di hadapannya.
“Ketika api sudah muncul, orang-orang di toko emasnya panik, lalu barang (perhiasan emas) itu dibawa lari oleh pelaku,” paparnya.

Pelarian pelaku tidak berlangsung lama karena warga sekitar langsung mengejar dan mengamankannya. Sementara sebagian warga lainnya berusaha memadamkan api yang sempat membakar sebagian etalase toko.
“Untungnya di situ banyak orang sehingga segera diamankan dan dilaporkan ke Polrestabes. Saat ini pelaku juga sudah ditangkap untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ucap Arya.

Polisi turut mengamankan barang bukti berupa perhiasan emas berbagai ukuran dengan total nilai ditaksir hampir Rp 2 miliar.
“Jadi barang buktinya ini kurang lebih senilai hampir Rp 2 miliar, macam-macam gramnya itu karena dari pihak toko sudah menyampaikan kurang lebih sekitar Rp 2 miliar,” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku nekat melakukan aksi tersebut karena tekanan ekonomi dan lilitan utang.
“Pelaku ini ibu-ibu, seorang perempuan usianya sudah di atas 40 tahun dan beliau ini mengaku katanya karena terhimpit utang jadi melakukan percobaan pencurian,” ungkap Arya.

Saksi mata bernama Awal (36) mengaku melihat bagian rok pelaku sempat terbakar saat melarikan diri dari dalam toko.
“Sempat terbakar juga itu ibu, bagian roknya di belakang. Tidak ada korban lain, dia ji saja kena api. Alat-alat di dalam tidak ada ji juga terbakar, di lantai ji. Tidak dilempar (botol menyerupai bom molotov), cuma jatuh di lantai, (terus) nyala,” kata Awal.

Ia mengaku sempat mengejar pelaku namun memilih membantu memadamkan api terlebih dahulu.
“Itu api sumbernya ibu yang bawa, itu botol saya kurang tahu disimpan di tasnya atau dia pegang, yang jelas begitu nyala dia keluar itu ibu,” tambah Awal.

Saksi lainnya, Firman (42), menyebut pelaku sempat diamankan warga di sebuah toko untuk menghindari amukan massa sebelum akhirnya diserahkan kepada polisi.
“(Pelaku) diamankan masuk toko biar tidak dimassa. Tapi kita sempat fokus dulu padamkan api, tapi ada yang lihat pelakunya lari, jadi dikejar,” ucap Firman.

Firman juga melihat sisa botol dan tisu yang digunakan sebagai alat pemicu api di lokasi kejadian.
“Pakai botol mineral diisi bensin, ada tisu banyak terbakar, masih ada sisa-sisanya. Itu tadi awal pakai bajunya tutup itu api biar tidak membesar. Saya tendang botolnya dulu (keluar dari toko),” jelasnya. MK-dtc

Redaktur : Munawir Sani