DUMAI (marwahkepri.com) – Dunia teater di Kota Dumai tampaknya akan semakin bergairah menjelang perhelatan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2026. Sebagai langkah nyata untuk memperkuat amunisi para talenta muda, Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kota Dumai resmi menggandeng Lembaga Teater Selembayung Pekanbaru dan SMA Negeri 2 Dumai dalam sebuah kolaborasi apik bertajuk Workshop Monolog. Agenda besar yang dirancang sebagai kawah candradimuka bagi guru kesenian dan pelajar SMA ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 3 April 2026, bertempat di Aula Lantai 2 SMA Negeri 2 Dumai sejak pagi hingga sore hari.
Daya tarik utama dari pertemuan seni ini terletak pada hadirnya Fedli Azis, sosok bertangan dingin yang dikenal luas sebagai aktor, sutradara, sekaligus pimpinan Lembaga Teater Selembayung Pekanbaru. Di bawah bimbingannya, para peserta tidak hanya akan dijejali dengan teori dasar, melainkan juga pembekalan mendalam mengenai teknik bermain monolog hingga strategi artistik yang mampu mencuri perhatian di panggung kompetitif. Pendekatan ini sengaja diambil agar para duta seni dari Dumai memiliki standar kualitas yang mampu bersaing, bahkan hingga ke level nasional.
Ketua Panitia, David Alamsyah, menegaskan bahwa workshop ini mengusung misi yang lebih besar dari sekadar mengejar piala. Ia memandang kegiatan ini sebagai ruang pembinaan ekosistem teater pelajar agar siswa mampu memahami monolog sebagai bentuk ekspresi seni peran yang kuat, reflektif, dan penuh makna. Sejalan dengan visi tersebut, Ketua Dewan Kesenian Dumai, Agoes S. Alam, menaruh harapan besar agar dari ruang aula ini lahir aktor-aktor muda berbakat yang siap mengharumkan nama daerah sekaligus memperkokoh posisi teater sebagai bagian tak terpisahkan dari pendidikan seni di sekolah.
Bagi para penggiat seni sekolah yang ingin bergabung, kesempatan emas ini dibuka dengan investasi yang sangat terjangkau, yakni sebesar Rp35.000 untuk individu atau paket kolektif senilai Rp100.000 yang mencakup satu guru dan dua siswa. Sebagai nilai tambah yang edukatif, setiap peserta juga diberikan hak istimewa untuk menyaksikan pementasan monolog secara cuma-cuma sebagai bagian dari proses pembelajaran langsung. Dengan sinergi yang kuat antara praktisi dan akademisi ini, Dumai kini tengah menata jalan untuk melahirkan generasi emas di panggung teater masa depan. MK-r
Redaktur: Munawir Sani
